Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN serentak harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di semua operator BBM awal Oktober ini dinilai tidak berpengaruh terhadap pilihan konsumen.
Menurut Humas Club Ayla Indonesia (CAI) Adjie Sambogo, hampir sebagian besar anggota komunitasnya tetap menggunakan Pertamax series, terutama Pertamax RON 92.
“Jadi, sebagian besar anggota kami memakai Pertamax, ada juga memakai Pertalite. Saya sendiri gunakan Pertamax RON 92. Saya gak akan ganti produk lain, apalagi operator lain,” ujar Adjie, dalam keterangannya, hari ini.
Baca juga : Awali Tahun 2024, Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga Pertamax Series dan Dex Series
Menurut Adjie, BBM Pertamina memang sangat kompetitif dengan operator lain. Selain kualitas dapat bersaing, harga juga lebih terjangkau.
Keengganan Adjie berpaling dari BBM Pertamina juga lantaran SPBU yang mudah didapat dan sangat menyebar di berbagai wilayah, termasuk Pulau Jawa.
Terkait kenaikan harga BBM non subsidi, Adjie sebagai konsumen mengaku memahami. Apalagi, memang sesuai regulasi dan sudah berlangsung lama. “BBM non subsidi kan memang fluktuatif. Konsumen sudah terbiasa. Saya ngikut saja, apalagi semua operator juga ikut naik,” pungkas Adjie.
Baca juga : Kementerian ESDM: Pertamax Green 92 Baru Dijual di 2026
Awal Oktober, seluruh operator SPBU serentak menyesuaikan harga BBM non subsidi. Kenaikan untuk menyesuaikan harga pasar, minyak mentah dunia, dan faktor kurs.
Penyesuaian tersebut sesuai regulasi yakni Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Harga setelah kenaikan menunjukkan BBM Pertamina sangat kompetitif. Untuk Pertamax RON 92 di Pulau Jawa, Pertamina menjual Rp14.000/liter. Harga itu lebih rendah ketimbang Shell Super (RON 92) Rp15.380/liter, BP92 yakni Rp14.580/liter, dan Revvo-92 (Vivo) yakni Rp15.080/liter.
Baca juga : Komunitas Otomotif: Mudik Nataru, Saatnya Beralih ke BBM RON Tinggi
Begitu pula, Pertamax Green (RON 95) yang dijual Rp16.000/liter, masih lebih rendah dibandingkan Shell V Power RON 95 yakni Rp16.350/liter, dan BP Ultimate 95 seharga Rp16.350/liter.
Untuk Pertamax Turbo (RON 98), Pertamina menjual Rp16.600/liter. Harga itu lebih rendah ketimbang Shell V Power Nitro+ yakni Rp16.730/liter.
Sementara untuk BBM diesel, Pertamina menjual Dexlite (Cetane 51) Rp17.200/liter. Harga itu lebih rendah ketimbang Shell V Power Diesel (Cetane 51) Rp17.920/liter, dan BP Diesel yakni Rp17.240/liter.
Untuk Pertalite sebagai produk subsidi, harga tetap Rp10.000/liter. Harga itu lebih murah daripada Revvo90 yang dijual Rp12.500/liter. (RO/S-2)
PRESIDEN Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas atau Ratas di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (11/1) untuk mematangkan industri tekstil dan produksi chip sektor otomotif.
PT KTB juga mengirimkan bantuan berupa makanan siap santap, paket bahan pangan pokok, alat sanitasi, dan keperluan dapur umum bagi korban bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatra.
ASTRA Auto Fest (AAF) 2025 merupakan ajang tahunan yang menandai dimulainya rangkaian festival otomotif dan mobilitas tahunan yang menghadirkan kolaborasi penuh 26 unit bisnis Grup Astra
PT BRI Asuransi Indonesia (BRINS) menjalin kerja sama strategis dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bertujuan memperkuat perlindungan asuransi bagi komunitas otomotif di Indonesia.
AxleBuilder hadir sebagai “pemandu jalan” bagi siapa pun yang ingin membangun poros mobil dengan lebih yakin.
IMI secara resmi mengumumkan bahwa kepengurusan IMI periode 2025-2030 di bawah Ketua Umum Moreno Soeprapto telah menerima SK KONI Pusat.
RDMP Balikpapan menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Pada Desember 2025, KPI akan meningkatkan produksi gasoil serries menjadi sekitar 11,5 juta barrel.
Pemerintah harus mengkaji lebih mendalam bahan bakar alternatif bernama Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos atau Bobibos, yang dikembangkan dari limbah pertanian.
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa pencampuran etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) bukanlah hal baru, melainkan standar global.
Konsumsi LPG naik 3,7% dibandingkan dengan kondisi normal, Pertalite naik 9,5%, Pertamax naik 5%, dan Pertamina Dex naik 3,1%
Sejumlah BBM mengalami koreksi harga mulai dari Vivo, Shell, BP dan Pertamina
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved