Sabtu 22 Oktober 2022, 17:13 WIB

Ini Dampak jika Abaikan Mobil yang Terkena Banjir

Mediaindonesia.com | Otomotif
Ini Dampak jika Abaikan Mobil yang Terkena Banjir

Antara/Fauzan.
Mobil melintasi banjir di ruas Tol Pondok Aren-Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (4/10/2022).

 

PEMILIK kendaraan disarankan segera memeriksa kondisi mobil yang sempat terkena banjir. Ini mesti dilakukan meski kondisinya tidak rusak atau tidak sampai terendam ke bagian mesin.

Jika mengabaikan pemeriksaan mobil tersebut, terdapat sejumlah dampak jangka panjang yang mengganggu bahkan merusak mobil. Berikut ulasannya.

Bau tidak sedap dalam mobil

Air banjir bisa masuk ke kabin melalui lubang di bawah dek atau celah pintu yang karetnya mulai getas. Jangan lupa, tekanan air banjir sangat kuat sehingga dapat masuk lewat celah sangat kecil.
  
Masalahnya, air bekas banjir pasti kotor dan bau. Akibatnya, bau tidak sedap akibat banjir tersebut menetap dalam mobil dan membuat perjalanan terasa tidak nyaman.

Merusak sistem kelistrikan mobil

Bagian kelistrikan mobil sangat rentan saat mobil terendam banjir, apalagi dalam waktu yang lama dan tidak terdeteksi. Ketika mobil terendam atau melewati jalan banjir, sistem kelistrikan masih berfungsi dengan baik.

Namun seiring waktu, air bisa masuk ke dalam celah sambungan kabel atau konektor kelistrikan dan membuatnya rusak. Sangat berbahaya jika air kotor berhasil menjangkau area sensitif seperti ECU (electronic control unit) atau sekering.

Karat bodi mobil

Salah satu alasan Anda disarankan untuk mencuci mobil setelah terkena hujan atau banjir yaitu membersihkan bodi mobil dari kotoran yang dapat memicu karat. Khususnya yang patut diwaspadai ialah kolong mobil dan area spatbor.

Itu termasuk celah antarpanel bodi mobil sebagai tempat bersembunyi air kotor yang dapat membuat bodi mobil berkarat. "Tekanan air saat mobil melewati genangan air yang tinggi dan membawa endapan kotoran tidak bisa dianggap remeh karena sanggup merusak komponen mobil dalam jangka waktu panjang kalau diabaikan. Selain membuat penumpang tidak nyaman, ada potensi masalah besar seperti rem blong atau mobil diserang karat," kata Nur Imansyah Tara, Aftersales Business Division Head Auto2000.

Masalah rem mobil

Komponen rem mobil sangat rentan rusak akibat banjir karena bersentuhan langsung dengan air yang mengandung endapan lumpur. Karat yang menyerang komponen mekanikal rem seperti cakram atau teromol rem bisa membuat rem mobil berderit bahkan mengalami gagal bekerja kalau semakin parah.

Air yang menyelinap ke dalam reservoir minyak rem juga mampu merusak kinerja rem mobil. Berbahaya andai rem mobil tiba-tiba blong akibat dirusak oleh air bekas banjir.

Oli tercampur air

Walaupun mesin mobil tetap dapat beroperasi normal setelah terkena banjir, bukan berarti tidak ada potensi masalah. Air tetap sanggup masuk ke ruang mesin dan bercampur dengan oli mesin. Prosesnya bisa berlangsung cepat atau lama, tergantung volume air yang berhasil masuk.

Periksa kondisi oli mesin lewat dipstick setelah mobil terendam banjir pada esok hari dan satu minggu setelahnya. Segera kuras oli mesin ketika warnanya berubah menjadi cokelat susu. (Ant/OL-14)

Baca Juga

DOK.WCC

White Car Community Rayakan Satu Dekade 

👤RO 🕔Rabu 07 Desember 2022, 22:23 WIB
WWC menyempatkan diri melakukan kegiatan charity berupa penggalangan dana santunan yang akan diserahkan kepada YPAC (Yayasan Pembinaan Anak...
Dok. The Biker Shop

Gelar Community Gathering, The Biker Shop Hadiahkan Motor SYM GTs 250i

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 22:00 WIB
Risa mengaku tidak menyangka akan mendapatkan hadiah sepeda motor pada acara yang dihadiri oleh komunitas motor se-Jakarta, Bogor, Depok,...
SIS

Manfaat Penambahan Coating Cat Mobil

👤RO 🕔Rabu 07 Desember 2022, 21:50 WIB
Bahan yang digunakan merupakan lapisan khusus berupa ceramic coating yang terdiri dari campuran silikon dioksida, polysilazane dan bahan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya