Minggu 28 Februari 2021, 15:14 WIB

Tips Putar Balik Mobil yang Benar ala Daihatsu

RO | Otomotif
Tips Putar Balik Mobil yang Benar ala Daihatsu

ADM
Pada kondisi jalan sempit, sebaiknya gunakan teknik three point turn

 

Melakukan putar balik bagi pengendara mobil mungkin terdengar sepele. Meskipun demikian, tidak sedikit yang masih melakukan kesalahan sehingga membahayakan, atau setidaknya membuat arus lalu lintas menjadi terganggu bahkan menyebabkan kemacetan. 

Bagi pengendara pemula umumnya cukup sulit untuk melakukan manuver putar balik karena membutuhkan konsentrasi lebih tinggi untuk memperhatikan kendaraan di sekitar, serta melakukan teknik yang benar agar lebih aman.

Secara umum, terdapat dua teknik yang bisa dilakukan, yaitu three point turn dan u turn yang bisa dilakukan sesuai dengan kondisi yang ada saat Sahabat berkendara.

Teknik Three Point Turn, sesuai namanya, teknik maju mundur merupakan cara putar balik mobil dengan cara melakukan tiga titik penghentian. Hal ini dikarenakan Sahabat tidak bisa melakukan putar balik secara langsung dalam sekali langkah. Jadi, cara putar balik mobil yang benar adalah dengan menggunakan teknik three point turn ini.

Untuk melakukannya, Sahabat harus mengatur transmisi ke gigi pertama lalu injak pedal gas sambil memutar kemudi ke kanan. Setelahnya, Sahabat harus kembali mengatur transmisi ke gigi mundur lalu menginjak pedal gas sambil membelokan kemudi ke kiri. 

Lalu atur kembali transmisi ke gigi pertama, injak pedal gas, dan belokkan kemudi ke kanan. Sahabat bisa menggunakan teknik hand to hand dalam memutar kemudi.

Sedangkan pada Teknik U Turn, umumnya lebih mudah dilakukan dibandingkan three point turn karena dengan u turn, Sahabat bisa putar balik secara langsung. Teknik ini adalah cara putar balik mobil yang benar jika Sahabat ingin ke jalur yang berlawanan arah.

Untuk melakukan teknik ini, Sahabat harus memepetkan mobil lebih ke pembatas jalan lalu atur transmisi ke gigi pertama. Jangan terburu menginjak pedal gas, hentikan dulu pergerakan mobil dengan menginjak rem dan pedal kopling, baru jalankan ketika jalan memang sudah aman untuk dilintasi. Kemudian jalankan kendaraan secara perlahan lalu belokkan kemudi dengan baik. 

Perhatikan juga kendaraan kecil seperti sepeda motor yang ada di sebelah kanan posisi kendaraan kita.

Selain teknik cara putar balik mobil yang benar, Sahabat juga harus memperhatikan sekeliling supaya berkendara tetap aman, terlebih di jalan yang ramai. 

Pertama, Sahabat harus memastikan bahwa jalan putar balik yang akan dilewati memang diperbolehkan untuk putar balik. Kedua, pastikan Sahabat menyalakan lampu sign untuk memberi tanda ke pengendara di belakang atau depan Sahabat. Nyalakan lampu sign sesuai dengan arah ke mana Sahabat akan berbelok. Ketiga, perhatikan ruang ketika akan putar balik, apakah cukup atau tidak. 

Biasanya, ketika akan putar balik ke wilayah jalan yang berkebalikan dengan arah semula, pasti akan banyak pengendara lain yang juga akan berbelok. Tetaplah tertib dan patuhi aturan lalu lintas, serta bersabar menunggu giliran untuk maju agar berkendara menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan bagi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita. (S-4)

Baca Juga

Hyundai Motors Indonesia

Hyundai Staria Resmi Diperkenalkan Secara Global

👤RO 🕔Selasa 13 April 2021, 16:39 WIB
Hadir dengan pilihan mulai 2 seater hingga 11 seater dan tersedia dalam dua varian: Staria dan Staria Premium dengan fitur dan sentuhan...
MMKSI

Mitsubishi Gelar Program Khusus Perempuan Sambut Hari Kartini 

👤RO 🕔Senin 12 April 2021, 20:15 WIB
Program khusus konsumen perempuan ini memberikan diskon spesial berupa diskon 20% untuk evaporator cleaner, antibacterial, AC filter dan...
Piaggio Indonesia

Piaggio-Vespa Gelar Diskon Khusus Ramadan

👤RO 🕔Senin 12 April 2021, 19:39 WIB
Untuk mendukung berkendara di Hari Raya Makin Gaya, Piaggio dan Vespa juga merilis program khusus untuk rangkaian Aksesori Original, berupa...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya