Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP 27 Juli, masyarakat memperingati Hari Sungai Nasional sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pelestarian sungai (air) sumber kehidupan kota dan kita.
Mimpi sungai yang lestari asri menawan dilengkapi jalur pedestrian dan jalur sepeda yang nyaman merupakan angan semua warga kota. Sungai telah lama menjadi jalur transportasi air untuk melayani kegiatan perdagangan, produksi, dan perjalanan. Namun, kini sungai-sungai kota mendangkal, sarat polusi, sampah, dan limbah bercampur mencemari sungai, mengeruhkan hati (air sungai).
Selengkapnya baca di epaper Media Indonesia https://epaper.mediaindonesia.com/detail/kala-kota-sungai-memukau-warga
Upaya mitigasi bencana banjir dan longgor kembali ditegaskan melalui kegiatan Penanaman Pohon Bersama yang digelar Korps Marinir TNi AL dan Pemprov Jabar.
PEMERINTAH Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta mempercepat langkah mitigasi banjir di Jakarta menghadapi potensi cuaca ekstrem dengan menargetkan normalisasi 12 sungai
Normalisasi sungai ini merupakan ikhtiar konkret untuk mengurangi dampak banjir dan melindungi masyarakat dari potensi kerugian.
AKADEMISI Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa, I Nengah Muliarta mengingatkan pemerintah daerah (pemda) di Bali untuk segera melakukan normalisasi sungai.
Hal ini diperkirakan karena saat ini sedang memasuki masa pancaroba dari cuaca kemarau ke penghujan
Normalisasi sungai merupakan upaya untuk mencegah terjadinya banjir di musim penghujan nanti.
BANJIR besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan sekadar akibat hujan ekstrem. Ia adalah produk kebijakan.
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung capaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Direktur Pengaduan dan Pengawasan, Ardyanto Nugroho menegaskan bahwa tindakan seperti penutupan saluran limbah, pemasangan papan pengawasan dan garis PPLH merupakan langkah awal.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup melakukan pengawasan intensif terhadap lima perusahaan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas pada 20–23 Agustus 2025.
Pascanormalisasi, pemerintah juga harus pemulihan ruang terbuka hijau yang rusak akibat infrastruktur
Tim verifikasi lapangan telah mengidentifikasi pencemaran dan perusakan lingkungan di dua lokasi wisata, yaitu Hibics Fantasy Puncak dan Eiger Adventure Land.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved