Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG teman bertanya memangnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bakal jadi calon wapres Ganjar Pranowo? "Mungkinkah Megawati memberikan karpet merah kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)?"
Pertanyaan itu diajukan setelah ia mengamati gerakan politik yang hari-hari belakangan ini sulit ditebak karena penuh dengan kejutan dan dinamika. Beberapa hari lalu tanpa disangka AHY bertemu dengan petinggi PDIP, antara lain dengan Hasto Kristiyanto, sekjen partai merah tersebut.
Padahal jauh sebelumnya Hasto pernah bilang bahwa PDIP sampai kapan pun tidak sudi berkoalisi dengan Partai Demokrat (juga PKS). Sampai sedemikian jauh, bukan lagi rahasia, Ketua Umum PDIP Megawati selama ini memelihara 'perang dingin' dengan SBY. Jadi wajar jika sang teman memunculkan pertanyaan, "Mungkinkah Mega memberikan karpet merah kepada SBY?"
AHY bakal menjadi cawapres buat Ganjar? Sepertinya sih enggak mungkin. Kalaulah PDIP nekat menduetkan AHY dengan Ganjar, hasilnya sangat mungkin bisa jeblok. AHY belum wayahe (waktunya) menjadi wakil presiden. Bakal calon pun belum pantas.
Jika pun PDIP mengundang AHY tempo hari, mungkin baru sekadar ingin membujuk AHY agar berkoalisi ke PDIP dengan kompensasi ia akan dijadikan menteri di pemerintahan Ganjar jika terpilih menjadi presiden. Iming-iming lain yang (mungkin) diberikan PDIP kepada AYH adalah kepastian bahwa peninjauan kembali (PK) Moeldoko atas Partai Demokrat ditolak Mahkamah Agung.
Dengan begitu posisi AHY sebagai ketua umum Partai Demokrat tetap aman. Ia bisa menapaki kariernya sebagai politikus sehingga pada 2029 sudah berstatus 'layak' menjadi calon presiden.
Bagi AHY pilihan itu tentu lebih menguntungkan dan rasional daripada memaksakan diri dan melampiaskan nafsu besarnya menjadi cawapres namun ujung-ujungnya ambyar. Dia harus belajar dari pengalaman 2017 di DKI Jakarta; gagal jadi gubernur.
Buat SBY sendiri, skenario di atas bisa dijadikan momentum untuk menebus dosa besarnya kepada Megawati yang pernah dikhianatinya pada 2004. Kalau benar-benar itu yang terjadi, sayap Anies Baswedan patah satu, dong? Tidak bisa terbang lagi. Ibarat pesawat terbang, Partai NasDem dan PKS siap-siap cari bandara terdekat agar bisa landing darurat.
Partai Golkar masih bisa digandeng untuk penyelamatan. Persoalannya semudah itukah? Dalam politik sesuatu yang tidak mungkin, bisa menjadi mungkin. Kita tunggu saja. Apakah kemungkinan-kemungkinan di atas gara-gara cawe-cawe Jokowi? Entahlah.
SBY menyatakan bahwa kendali kepemimpinan Partai Demokrat sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Partai Demokrat yang sebelumnya sempat menolak usulan Pilkada tak langsung kini mengubah haluan dan setuju atas hal tersebut.
Langkah Partai Demokrat yang memberikan sinyal dukungan terhadap wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD kini disoroti.
SIKAP Partai Demokrat yang menyatakan mendukung wacana Presiden Prabowo Subianto soal pilkada lewat DPRD menuai sorotan.
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya selidiki laporan Partai Demokrat terkait hoaks yang menyeret SBY. Empat akun medsos dipolisikan atas fitnah korupsi dan status tersangka.
PARTAI Demokrat memberikan sinyal kuat untuk mendukung perubahan sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) di masa mendatang.
LKPP dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) dalam memperkuat sistem pengadaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
AHY menegaskan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang merata agar manfaat pembangunan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY), melakukan kunjungan kerja intensif ke Kabupaten Aceh Tamiang.
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengungkapkan pemerintah akan membentuk Komite Nasional utang Kereta Cepat.
SBY menyatakan bahwa kendali kepemimpinan Partai Demokrat sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved