Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BALIHO bergambar politisi bertebaran di jalan utama hingga penjuru kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur sejak beberapa bulan lalu. Salah satu yang cukup menyita perhatian yakni di simpang Jalan Yos Sudarso dan Jalan Adi Sucipto.
Ada yang masih utuh, ada pula yang sudah koyak dan lusuh dihempas angin. Pemandangan yang sama selalu berulang sejak pemilu-pemilu sebelumnya. Pemasangan alat peraga kampanye (APK) kerap mencuri start dan berebutan di lokasi-lokasi strategis sejak gong penanda pesta demokrasi dibunyikan.
Hajatan pemilihan, entah pemilihan anggota DPR, DPRD, DPD, pemilihan kepala daerah, pemilihan presiden, bahkan pemilihan kepala desa pun identik dengan baliho yang bertebaran di mana-mana. Baliho dan APK lainnya menjadi penanda pesta demokrasi sudah dekat.
Sayangnya, sebagian besar pemilik APK hanya melakukan pemajangan lalu seolah-olah lupa memperhatikan atau mencopotnya ketika sudah rusak atau telah melewati batas waktu kampanye. Akibatnya, setelah pesta demokrasi selesai, APK akan menjadi sampah yang bertebaran di mana-mana. Miris.
Kala masalah sampah kian sulit dikendalikan dan kondisi lingkungan semakin rusak, pesta demokrasi justru menambah tumpukan sampah yang sulit terurai. Padahal, menebar APK di mana-mana tidak selamanya efektif merebut hati konstituen. Memajang foto disertai penggambaran citra diri calon pemimpin di lokasi strategis tak selamanya mendulang dukungan.
Lantas, bila tidak lagi efektif, mengapa calon pemimpin justru memboroskan biaya untuk hal yang tidak berbanding lurus dengan efek elektoral? Mengapa tidak mencari cara kreatif yang lebih efektif, efisien dan tentunya ramah lingkungan, mengingat APK rata-rata terbuat dari bahan mengandung plastik yang bakal menjadi sampah?
Dalam beberapa pemilu terakhir, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mulai mengatur secara spesifik terkait APK. Namun baru sebatas pembatasan jumlah dan pembebanan terhadap APBN untuk pengadaan APK.
Kebijakan politik kepemiluan belum memperlihatkan pentingnya aspek ekologis. Regulasi berdemokrasi masih abai terhadap lingkungan. Pesta demokrasi masih menambah beban ekologis.
Padahal, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2022 mengungkapkan produksi sampah di Indonesia mencapai 19,45 juta ton. Sementara di tingkat lokal, kementerian yang sama mencatat Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai, sebagai salah satu kota kecil terkotor di Indonesia.
Para politisi dan pengambil kebijakan mesti peka terhadap kondisi lingkungan sehingga mulai mendorong eco-democracy atau demokrasi yang ramah lingkungan.
Abraham Shield merupakan sebuah rencana politik-keamanan yang digagas Coalition for Regional Security, kelompok pro-Israel yang menyoroti dinamika keamanan di Timur Tengah.
SEBUAH baliho raksasa milik organisasi Abraham Shield di Israel menjadi perhatian publik Indonesia setelah menampilkan foto Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah pemimpin dunia
Baliho yang viral bukan bagian dari kebijakan resmi pemerintah mana pun.
Posisi Indonesia sangat clear bahwa tidak akan ada pengakuan dan normalisasi dengan Israel baik melalui Abraham Accords atau platform lainnya, kecuali Israel mengakui negara Palestina.
Baliho tersebut ramai diperbincangkan di media sosial karena disebut-sebut sebagai bagian dari dukungan terhadap Proposal 21 Poin pascaserangan Israel di Jalur Gaza.
PENERTIBAN baliho dan papan reklame ilegal yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam di sejumlah titik utama kota mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.
Pekerja mengolah sampah tutup botol plastik di Bank Sampah Kertabumi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Kolaborasi multipihak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dipandang penting untuk mengatasi sampah laut.
Program pengelolaan sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis, seperti batako, pot bunga, dan pelat.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved