Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Soroti Ancaman Sampah Global, UHN Gelar Kuliah Umum Internasional

Supardji Rasban
07/2/2026 10:00
Soroti Ancaman Sampah Global, UHN Gelar Kuliah Umum Internasional
Ilustrasi(MI/SUPARDJI RASBAN)

PERTUMBUHAN ekonomi, digitalisasi serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan konsumsi plastik. Data menunjukkan jumlah sampah plastik terus bertambah dan membawa dampak serius bagi ekosistem serta kesehatan manusia.

Hal itu disampaikan pakar dari Kyoto University, Jepang, Masaaki Okamoto, saat memberi kuiah umum di Kampus Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, Jawa Tengah, di Jalan Mataram, Jumat (6/2/2026).

Masaaki Okamoto menuturkan isu krisis global sampah plastik menjadi topik utama yang dibahas dalam kuliah umum tersebut, seiring meningkatnya ancaman pencemaran lingkungan ndi banyak belahan dunia. 

"Krisis sampah plastik menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan lingkungan jika tidak segera ditangani secara sistematis," ujar Masaaki Okamoto

Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di banyak belahan dunia.

"Data menunjukkan jumlah sampah plastik terus bertambah dan membawa dampak serius bagi ekosistem serta kesehatan manusia," papar Massake Okamoto.

Ia menegaskan krisis sampah plastik menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan lingkungan jika tidak segera ditangani secara sistematis.

"Upaya seperti teknologi pembersihan laut, edukasi 3R, dan pemanfaatan limbah sebagai energi harus diperkuat. Perubahan perilaku membutuhkan proses panjang, dari pemahaman, kebijakan, penerapan, hingga disiplin masyarakat," tegas Massake Okamoto.

Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menilai kuliah umum ini sebagai ruang diskusi penting bagi akademisi dan aktivis lingkungan bukan hanya di Tegal, tapi juga di daerah lain. 

"Kuliah umum tentang persoalan sampah yang pelik ini, menjadi langkah awal membangun kesadaran kolektif demi masa depan lingkungan yang lebih baik," jelas Sudirman Said, yang mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya