Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN ekonomi, digitalisasi serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan konsumsi plastik. Data menunjukkan jumlah sampah plastik terus bertambah dan membawa dampak serius bagi ekosistem serta kesehatan manusia.
Hal itu disampaikan pakar dari Kyoto University, Jepang, Masaaki Okamoto, saat memberi kuiah umum di Kampus Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal, Jawa Tengah, di Jalan Mataram, Jumat (6/2/2026).
Masaaki Okamoto menuturkan isu krisis global sampah plastik menjadi topik utama yang dibahas dalam kuliah umum tersebut, seiring meningkatnya ancaman pencemaran lingkungan ndi banyak belahan dunia.
"Krisis sampah plastik menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan lingkungan jika tidak segera ditangani secara sistematis," ujar Masaaki Okamoto
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di banyak belahan dunia.
"Data menunjukkan jumlah sampah plastik terus bertambah dan membawa dampak serius bagi ekosistem serta kesehatan manusia," papar Massake Okamoto.
Ia menegaskan krisis sampah plastik menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan lingkungan jika tidak segera ditangani secara sistematis.
"Upaya seperti teknologi pembersihan laut, edukasi 3R, dan pemanfaatan limbah sebagai energi harus diperkuat. Perubahan perilaku membutuhkan proses panjang, dari pemahaman, kebijakan, penerapan, hingga disiplin masyarakat," tegas Massake Okamoto.
Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, menilai kuliah umum ini sebagai ruang diskusi penting bagi akademisi dan aktivis lingkungan bukan hanya di Tegal, tapi juga di daerah lain.
"Kuliah umum tentang persoalan sampah yang pelik ini, menjadi langkah awal membangun kesadaran kolektif demi masa depan lingkungan yang lebih baik," jelas Sudirman Said, yang mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (H-2)
Anggota DPR RI Arif Riyanto Uopdana mendorong pembangunan TPS 3R dan TPA modern di Pegunungan Bintang demi atasi masalah sampah di Oksibi
Pemda mengakui adanya kendala pengangkutan akibat daya tampung TPA yang sudah tidak memadai.
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth minta agar ada evaluasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI setelah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kongsor.
Musibah ini merupakan peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menghentikan metode open dumping yang masih dipraktikkan di TPST Bantar Gebang.
Danantara Indonesia resmi mengumumkan mitra terpilih untuk fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bekasi dan Denpasar.
Kebersihan kawasan pesisir di Pulau Dewata dinilai bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan citra Indonesia di mata dunia.
Mengusung kampanye #NyamanTanpaSampah, kegiatan ini sengaja dirancang untuk menyentuh hati generasi muda melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan.
TAWA riang anak-anak Panti Asuhan di salah satu kota, tiba-tiba memecah kesunyian sore itu, dan sedikit berbeda.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Advanced Energy Materials, para ilmuwan berhasil mengembangkan metode untuk mengubah sampah plastik menjadi asam asetat, bahan utama cuka.
Program inovatif BTN ubah sampah plastik jadi kredit cicilan rumah. Warga bisa meringankan beban dengan menukarkan limbah rumah tangga jadi tabungan.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan pembiayaan pembangunan hingga 20.000 unit rumah rendah emisi pada tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved