Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Pembiayaan Rumah Rendah Emisi Diperluas

 Gana Buana
04/2/2026 20:59
Pembiayaan Rumah Rendah Emisi Diperluas
Pembiayaan Rumah Rendah Emisi(Dok. BTN)

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan pembiayaan pembangunan hingga 20.000 unit rumah rendah emisi pada tahun 2026. Target tersebut merupakan bagian dari upaya BTN meningkatkan portofolio pembiayaan berkelanjutan serta mendukung program perbankan ramah lingkungan.

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo mengatakan, hingga akhir 2025 BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 11.000 rumah rendah emisi yang dikembangkan oleh berbagai developer di sejumlah daerah, seperti Banten, Kabupaten Bogor, Medan, Semarang, Cirebon, dan Bekasi.

“Harapannya tahun ini bisa mencapai 20.000 rumah rendah emisi, kalau bisa 30.000. Sampai 2029 kita ingin membangun 150.000 unit dan sampai 2030 kita harap 200.000,” kata Setiyo dalam media briefing di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi, Rabu (4/2).

Program Rumah Rendah Emisi BTN pertama kali diluncurkan pada kuartal IV-2024 bersama sejumlah pengembang dengan target awal 1.000 unit rumah dalam tiga bulan. Program tersebut kemudian berkembang dan telah berjalan selama dua tahun terakhir.

BTN juga menggandeng sejumlah startup yang memproduksi material bangunan ramah lingkungan berbahan dasar sampah plastik. Beberapa di antaranya adalah Rebrick, Plustik, dan Green Brick yang mengolah bungkus plastik rumah tangga menjadi bahan bangunan seperti paving, flooring, dan dinding.

Setiyo menyebut keterlibatan startup daur ulang ini turut membuka peluang munculnya pelaku usaha baru di sektor pengolahan sampah plastik.

“Bisnis ini inklusif, siapa saja bisa terlibat. Kalau mau mencapai jutaan rumah tentu perlu dukungan lebih banyak startup,” ujarnya.

BTN juga mendorong lahirnya inovasi melalui ajang kompetisi tahunan BTN Housingpreneur. Pada gelaran 2025, BTN mencatat sebanyak 1.170 submission dan menghasilkan 26 pemenang dari 58 finalis yang diseleksi oleh dewan juri dari kalangan industri perumahan, akademisi, hingga arsitek.

Selain menggandeng developer dan startup, BTN juga melibatkan masyarakat melalui program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”. Program ini memungkinkan nasabah KPR mengumpulkan sampah rumah tangga melalui startup Rekosistem, yang kemudian dikonversi menjadi rupiah untuk mengurangi cicilan KPR.

Menurut Setiyo, program tersebut dapat membantu menekan cicilan sekitar 10–15% per bulan atau setara Rp100.000 hingga Rp150.000.

Program ini sempat mendapat perhatian internasional setelah Queen Maxima, Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Financial Health, meninjau langsung pelaksanaannya saat berkunjung ke Indonesia pada November 2025.

BTN menargetkan peningkatan porsi portofolio pembiayaan berkelanjutan menjadi 60% pada 2026, dari posisi saat ini sebesar 52%. Setiyo mengatakan, pembiayaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah juga termasuk bagian dari portofolio ESG BTN karena mencakup aspek sosial. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya