Senin 25 April 2022, 11:00 WIB

Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia

Ayep Zaki, Pegiat Pertanian | Opini
Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia

Dok pribadi
Ayep Zaki

 

DUNIA akan menyambut baik apabila Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Indonesia akan jaya gemilang, menjadi magnet peradaban dunia. Menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia bukan lagi sekadar impian. Hal itu merupakan cita-cita yang telah, sedang, dan akan terus kita perjuangkan.

Indonesia sangat mampu menjadi lumbung pangan dunia dan harus kita mulai menancapkan keyakinan itu mulai hari ini. Caranya adalah dengan mencari figur yang memiliki keinginan kuat dan fokus baik dalam waktu, kompetensi dan integritas di bidang pertanian.

Selain itu tentu figur itu harus konsisten bekerja di pertanian. Dia harus terbukti dapat merealisasikan semua tahapan pertumbuhan dari ekosistem pertanian di bidang pangan. Dia dituntut menyeimbangkan sinergitas dengan pemerintah dan seluruh stakeholdernya untuk saling mendukung.

Banyak ahli pasti memahami bahwa Indonesia adalah sebuah negara agraris. Sumber daya alam Indonesia sangat mendukung sebagai salah satu media tanam terbaik di dunia. Selanjutnya kita perlu sumber daya manusia yang siap bekerja dan konsisten. Hari ini paling tidak ada 40 persen rakyat Indonesia beraktivitas di sektor pertanian. Sungguh suatu jumlah potensial untuk bisa dimaksimalkan.

Kita punya sumber daya alam dan sumber daya manusia mumpuni. Dua sektor ini adalah kekuatan luar biasa yang kita punya. Tinggal figur atau orang yang punya keinginan dan terus menerus berjuang, yang bukan hanya ingin, tapi telah terbukti menghasilkan budidaya sektor pangan berkualitas.

Bukan pada tingkatan demonstration plot (Demplot), bukan pada tingkatan uji coba, bukan pada tingkatan yang berhenti di penelitian, bukan di situ. Tetapi mempu melejitkan produktivitas yang dihasilkan masyarakat. Mereka yang sudah secara turun temurun dan sehari-hari menanam padi di wilayah berbasis pertanian, di situlah ada satu peningkatan produktivitas.  

Budi daya pertanian merupakan bidang yang sangat mumpuni untuk digarap rakyat. Bukan cuma holtikultura, melainkan juga sayur-sayuran, jagung kemudian juga singkong dan tanaman lainnya. Bisa dilihat dengan banyak peningkatan produktifitas ini, rasanya tidak sulit bagi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia. Belum lagi pertanian skala kecil di bawah 1.000 hektare (ha) ke bawah yang tergolong sangat produktif, sehingga tinggal ditingkatkan kinerjanya secara masif. 

Rasa optimistis ini selain media tanam yang cukup baik, juga memiliki bahan dasar pupuk yang cukup melimpah terutama pupuk temuan terbaru yaitu futura. Sebuah pupuk batubara yang ditemukan seorang ilmuan bernama Raden Umar Hasan Saputra, sehingga ini menjadi satu kekuatan baru yang kita miliki. Pupuk ini sudah banyak dipakai di Sukabumi, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Purwakarta, Papua, dan daerah lain. 

Dengan menjadi lumbung pangan dunia, Indonesia akan mencapai impiannya dan tentu akan menjadi magnet dunia. Bersamaan dengan itu misi Indonesia sejahtera dan makmur secara otomatis akan terbukti dan terlaksana di bumi tercinta ini. Sekali lagi kesejahteraan kemakmuran ini secara otomatis terbukti tatkala Indonesia didaulat oleh dunia bahwa Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. 

Hal itu bukan saja akan membuat rakyat Indonesia sejahtera dan makmur akan tetapi Indonesia akan sejajar dengan negara-negara maju di seluruh dunia. Rakyatnya sejahtera, makmur, ekonominya tumbuh dan devisanya tumbuh. Indonesia akan jaya gemilang, menjadi magnet peradaban dunia. Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku, untuk Indonesia Raya.

Baca Juga

Dok pribadi

Nuklir adalah Energi Hijau di Uni Eropa

👤Markus Wauran, Wakil Ketua Dewan Pendiri HIMNI 🕔Rabu 25 Mei 2022, 18:10 WIB
Pada 2 Februari 2022 Komisi Eropa mendeklarasikan energi nuklir dan gas alam sebagai energi...
MI/Seno

Di Balik Pembunuhan Shireen Abu Akleh

👤Smith Alhadar Penasihat The Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) 🕔Rabu 25 Mei 2022, 05:15 WIB
MEMBUNUH wartawan yang terkait dengan Palestina bukan hal baru bagi Israel. Sejak 2000, Israel telah membunuh 55 wartawan yang meliput...
Dok. Pribadi

Kerukunan Umat Beragama dan Dialektika Fundamentalisme Agama

👤Abd Rohim Ghazali Direktur Eksekutif Maarif Institute Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah 🕔Rabu 25 Mei 2022, 05:00 WIB
Dengan memformulasikan fundamentalisme agama secara positif, niscaya kerukunan umat beragama bisa dibangun secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya