Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM sepekan terakhir Jakarta berselimut kabut. Nàmun bukan halimum hasil pertemuan udara dingin dan panas yang menghasilkan pemandangan romantis seperti di pegunungan, melainkan asap polusi yang terperangkap di bawah atmosfir.
Berdasarkan situs pemantau udara www.airvisual.com, Jumat (26/7) akhir pekan kemarin, kota yang katanya metropolitan ini mendapat skor 184 atau yang terburuk di dunia dari segi kualitas udara. Selang beberapa hari kondisinya nggak jauh beda. Bahkan, pada Minggu (28/7) pagi, yang diisi kegiatan Car Free Day atau hari bebas kendaraan, udara Jakarta tetap jorok. Berdasarkan situs itu, tingkat pencemaran udara di Jakarta bahkan masuk dalam kategori sangat tidak sehat.
Berbagai polutan seperti sulfur, karbon monoksida, dan aerosol terperangkap dalam selubung rumah kaca dan membahayakan kesehatan. Partikel-partikel berbahaya itu merupakan hasil aktivitas manusia, baik dari cerobong pabrik, asap kendaraan, debu proyek konstruksi, hingga pàrfum pengharum tubuh maupun ruangan. Berapa pun prosentasenya, semua itu tentunya ikut berkontribusi pada polusi.
Itu artinya ada korelasi antara kebudayaan dan alam. Maksudnya, manusia secara tidak langsung (meski tidak selalu), ikut bertanggung jawab terhadap perubahan fisik alam, termasuk bencana yang ditimbulkannya. Banjir tentu tak sekonyong-konyong datang, begitupun kebakaran hutan maupun lahan.
Hal ini bukan tidak disadari. Naluri keserakahanlah yang barangkali membuat otak manusia tumpul membaca gejala ekologis ini, bahwa alam memiliki keterbatasan seperti halnya makhluk lainnya di planet ini. Itu makanya ada nasehat, hidup mesti selaras dengan alam. Yin Yang, kata filsafat Tiongkok.
Kembali soal polusi Jakarta, tentu tidak bijak jika kita menyalahkan dan menuntut tanggung jawab Pemprov DKI semata. Semua warga, baik sekadar numpang cari makan maupun menetap, entah itu Teteh, Aa, Encing, Encang, Enyak, maupun Babe, harus punya kesadaran merawat kota ini. Salah satu solusi sederhana yang barangkali bisa dilakukan adalah tidak membakar sampah sembarangan serta beralih ke kendaraan umum, atau minimal mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Kebijakan kendaraan listrik yang kini sedang digadang pemerintah, terutama untuk transportasi publik, barangkali juga bisa menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengurangi dampak polusi. Begitu pun penggunaan sepeda berikut sarana pendukungnya, sebagai wahana mobilitas.
Kesadaran atapun tindakan semacam ini tentu harus dimulai dari sekarang. Jangan tunggu kota ini berubah menjadi Metropolutan. (X-12)
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
Penelitian terbaru menemukan awan di Samudra Atlantik dan Pasifik kini makin redup akibat udara yang lebih bersih.
Polusi udara dan asap rokok merupakan dua faktor lingkungan yang kerap diabaikan, padahal keduanya memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Kehadiran JIS yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi mulai dari KRL hingga Trans-Jakarta menjadi modal kuat bagi Jakarta Utara untuk tumbuh sebagai kawasan masa depan.
Selain Jakarta, wilayah penyangga juga diprediksi akan mengalami cuaca basah.
Menurut Pramono, dengan dukungan konektivitas tersebut, penyelenggaraan kegiatan berskala besar di JIS dan Ancol akan lebih mudah dijangkau masyarakat.
PETUGAS gabungan melakukan Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan menyebarkan bahan semai sebanyak 8 kuintal Kalsium Oksida (CaO), Jumat (23/1)
Pemprov DKI Jakarta terapkan WFH dan PJJ akibat cuaca ekstrem Januari 2026. Simak durasi kebijakan dan aturan lengkap dari Gubernur Pramono Anung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved