Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, berpulang. Pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah ini wafat, Minggu (7/7) di Guangzhou, Tiongkok.
Ucapan duka cita dan berbelasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan. Mulai pejabat, politisi, artis, hingga orang biasa. Kepergian pria sederhana ini pun jadi trending topik di twitter Indonesia dengan tagar #RipSutopo.
"Turut berduka dan kehilangan yang mendalam atas wafatnya seorang pejuang yg berdedikasi tinggi.. pak @Sutopo_PN.. semoga Beliau diterima di sisi Allah Swt. Selamat jalan pak..cuit artis yang juga politikus PDIP, Kirana Larasati melalui akunnya @_kiranalara.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Sutopo PN. Semoga beliau diterima di sisi-Nya. Aamiin," begitu tulis penyanyi Raisa Andriana melalui akun twitternya @raisa6690.
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sutopo. “Alm Sutopo, Humas BNPB tidak hanya sosok humanis yang tetap setia menjalankan tugas meski sedang sakit. Bagi saya, Beliau adalah pejuang sosial kemanusiaan”, ujar Megawati dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/7).
Semasa hidupnya Sutopo memang karib dengan bencana. Namun, hal itu tidak lantas membuatnya jadi melankolis seperti halnya Ebiet G Ade yang mengabarkan duka tersebut kepada karang, ombak, atau matahari, melainkan kepada seluruh masyarakat. Hal ini tak lain agar kita semua waspada. Sebelum berobat ke Guangzhou, misalnya, Sutopo mengunggah di akun twitternya citra satelit wilayah Indonesia dan informasi hot spot atau indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Seperti dikatakan Tom Nichols dalam bukunya The Death of Expertise (Matinya Kepakaran), di era internet dimana informasi terlampau banyak beredar, kehadiran orang yang paham isu spesifik, punya pandangan otoritatif atas isu dan akurat, sangatlah diperlukan. Menurut saya, sosok seperti Sutopo lah yang dibutuhkan di tengah membanjirnya bias informasi yang kerap disebarkan kaum pandir yang merasa punya pengaruh, terutama di jagat maya.
Sutopo memang bukan pakar gunung api, tsunami, ahli medis atau pun tata kota. Namun, dia sadar fungsi, tugas, dan kapasitasnya selaku humas BNPB, adalah menjelaskan perihal bencana, baik itu masih berupa ancaman maupun penanggulangannya kepada masyarakat. Dia juga rajin mengingatkan warga untuk tidak memercayai dan menyebarkan hoak di tengah musibah yang terjadi.
"Ia mengabarkan dengan cepat kejadian bencana alam gempa bumi, longsor, tsunami, atau kebakaran yang terjadi di pelosok negeri agar kita waspada dan tidak kebingungan,” kata Presiden Jokowi melalui akun Facebook resminya, Minggu (7/7).
“Dalam situasi krisis ketika tanggap darurat terjadi, Alm Sutopo mampu menjadi jembatan penghiburan, membangun harapan di tengah korban bencana, dan membantu menentramkan masyarakat melalui fungsi kehumasan yang dijalankan dengan sangat baik. Informasi terkait penanganan tanggap darurat, bantuan ke korban, dan juga berbagai upaya yang dilakukan BNPB disampaikan dengan baik dan tepat, sampai melupakan rasa sakitnya sendiri," tulis Megawati.
Sutopo yang menderita kanker paru, memang kini telah pergi. Namun, yakinlah, hidupnya tidak akan pernah sia-sia. Seperti yang pernah diutarakannya “Hidup itu bukan soal panjang pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain." Selamat jalan pak..doa kami menyertaimu. (OL-2)
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved