Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGGUNG John Cain Arena menjadi saksi keganasan bintang muda Amerika Serikat, Iva Jovic, Minggu (25/1). Petenis berusia 18 tahun tersebut memastikan tiket perempat final Grand Slam perdananya di Australia Open 2026 setelah menumbangkan wakil Kazakhstan, Yulia Putintseva, dengan skor telak 6-0 dan 6-1.
Laga ini tercatat sebagai pertandingan tercepat di Australia Terbuka 2026 sejauh ini, di mana Jovic hanya membutuhkan waktu 53 menit untuk mengakhiri perlawanan lawannya.
Keberhasilan Jovic menembus delapan besar tanpa kehilangan satu set pun menjadikannya pemain termuda yang meraih prestasi tersebut di Melbourne sejak Venus Williams pada 1998. Selain itu, ia juga menjadi pemain termuda sejak Maria Sharapova (2005) yang berhasil mencapai perempat final di tiga turnamen level WTA pertamanya dalam satu kalender tahun yang sama.
"Saya sangat senang bisa lolos. Jelas skornya menguntungkan, tapi tidak peduli bagaimana cara Anda menyelesaikannya. Saya hanya ingin menuntaskannya karena saya merasa jika membiarkan dia kembali, pertandingan akan menjadi pertarungan yang sengit," ujar Jovic usai laga.
Kekuatan forehand Jovic menjadi senjata utama dengan torehan 17 winner. Gaya agresifnya ini rupanya mendapat pengaruh dari para juara besar, termasuk sang pemilik 24 gelar Grand Slam, Novak Djokovic. Petenis legendaris itu secara khusus memberikan saran berharga kepada Jovic mengenai cara membuka lapangan untuk menciptakan ruang yang lebih luas.
Saran tersebut terbukti manjur. Poise atau ketenangan Jovic di garis belakang juga meningkatkan kualitas servisnya. Ia memenangkan 67 persen poin dari servis pertama, sebuah peningkatan signifikan dibandingkan performanya tahun lalu saat ia tersingkir di babak pertama oleh Elena Rybakina.
Kini, Jovic mengantongi 11 kemenangan pertandingan sepanjang tahun ini, rekor terbanyak dibanding pemain mana pun di tur WTA. Namun, ujian sesungguhnya telah menanti di babak perempat final, di mana ia akan berhadapan dengan unggulan nomor satu sekaligus juara bertahan, Aryna Sabalenka.
Menghadapi tantangan besar tersebut, Jovic menunjukkan mentalitas yang luar biasa. Ia mengaku tidak merasa terbebani dan justru menganggapnya sebagai peluang emas.
"Saya akan mencoba fokus pada sisi lapangan saya. Jelas dia (Sabalenka) adalah nomor satu karena suatu alasan dan memiliki banyak kesuksesan di turnamen ini. Tapi itulah yang saya inginkan. Saya mengatakannya tahun lalu; saya berharap bisa melawannya tahun ini karena Anda pasti ingin melawan yang terbaik untuk melihat sejauh mana kemampuan Anda," pungkas Jovic. (Australia Open/Z-2)
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
Elena Rybakina sukses menyabet gelar Australian Open 2026 usai menumbangkan Aryna Sabalenka. Simak profil, biodata, dan rekam jejak sang 'Ice Queen' Kazakhstan di sini.
Petenis Kazakhstan, Elena Rybakina, akhirnya merengkuh takhta Australia Terbuka 2026 setelah menumbangkan peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka.
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Final tunggal putri Australia Terbuka 2026 akan menyajikan duel sarat kekuatan ketika Aryna Sabalenka berhadapan dengan Elena Rybakina di Rod Laver Arena, Sabtu (31/1).
ELENA Rybakina memastikan tempat di final Australia Terbuka 2026 dan akan menghadapi Aryna Sabalenka setelah menyingkirkan Jessica Pegula 6-3, 7-6 (9/7).
Yulia Putintseva bangkit usai kalah di set pertama putaran ketiga Wimbledon untuk mengalahkan Iga Swiatek 3-6, 6-1, dan 6-2.
Iga Swiatek berusaha melengkapi gelar pertamanya di Madrid pekan lalu dengan trofi ketiga di Roma.
Victoria Azarenka, yang menjadi juara Miami Terbuka pada 2009, 2001, dan 2016, harus mengatasi perlawanan pantang menyerah lawannya asal Kazakhstan.
Di babak perempat final, Swiatek akan berhadapan dengan mantan petenis nomor satu dunia asal Denmark Caroline Wozniacki.
Unggulan pertama yang berperingkat 42 dunia itu menang 6-4 dan 6-0 atas lawannya asal Ukraina itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved