Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENCAPAIAN final sesama wakil Indonesia pada Australia Terbuka 2025 pada pekan lalu menjadi indikator meningkatnya persaingan sektor ganda putri Pelatnas PBSI.
Pelatih kepala ganda putri, Karel Mainaky, menilai keberhasilan itu menunjukkan progres signifikan, terutama bagi dua pasangan baru yang sedang diproyeksikan untuk jangka panjang.
Rachel Allessya Rose berpasangan dengan Febi Setianingrum serta duet Febriana Dwipuji Kusuma bersama Meilysa Trias Puspita Sari tampil stabil dalam beberapa turnamen terakhir dan dinilai memiliki perkembangan paling menjanjikan.
Karel menegaskan keberhasilan menciptakan All Indonesian Finals pada turnamen Super 500 tersebut bukan hasil dari strategi khusus, tetapi kombinasi kenyamanan bermain dan ketangguhan mental.
"Feel mereka pas lagi dapat, hati dan pikiran nyatu. Defense mereka bagus, jadi serangannya lebih teratur, rotasinya juga jalan. Intinya di situ," jelas Karel baru-baru ini.
Dari empat pasangan utama sektor ganda putri, Karel menilai dua pasangan yang mencapai final menunjukkan kestabilan performa, sementara dua pasangan lainnya masih berupaya menemukan irama permainan terbaik.
"Kadang dari pemain itu feel-nya belum dapat. Kita sudah omongin, arahin, tapi tetap kembali ke mereka masing-masing," ujarnya.
Meski hasil di Australia Terbuka dinilai sangat positif, target prestasi tetap tidak berubah. Karel menegaskan ambisi untuk berburu gelar di setiap turnamen.
"Tiap turnamen kalau bisa juara ya juara. Kalau tidak bisa, ya kita latihan lagi. Sistemnya begitu," katanya.
Ia menilai ada peningkatan besar pada pasangan Rachel dan Febi dibanding pertemuan di Finlandia beberapa waktu lalu, ketika performa keduanya dinilai masih belum kompak. Kini, hasil yang diharapkan mulai terlihat.
PBSI kini menyiapkan pola bermain lebih solid untuk kedua pasangan itu sebagai landasan menuju turnamen level atas. Karel memastikan komposisi pasangan tetap dipertahankan setelah berdiskusi dengan Asisten Pelatih, Nitya Krishinda Maheswari.
"Dilihat dari perkembangan sampai saat ini, kita terusin dipasangkan," tegasnya.
Tim pelatih memilih tidak terburu-buru menaikkan level kompetisi yang diikuti kedua pasangan tersebut. Turnamen Super 300 dinilai masih menjadi kebutuhan penting untuk mematangkan kepercayaan diri dan konsistensi performa.
"Maunya pelan pelan. Di beberapa turnamen atas belum tembus tembus. Kali ini pas lagi bagus, jadi tetap biar mereka lebih pede lagi. Kita masih butuh di 300," ujar Karel.
Namun, peluang untuk tampil kembali di turnamen Super 500 ke atas tetap terbuka apabila stabilitas performa sudah terbentuk.
"Kita lihat mana pertandingan yang cocok. Kalau di 300 sudah stabil, 500 tetap ikut. Untuk sementara begitu. Kita mau perketat dulu hati dan pikiran mereka," pungkasnya. (I-3)
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Pasangan ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, berhasil mengamankan tiket babak empat besar turnamen Jerman Terbuka 2026.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari melaju ke babak 16 besar Jerman Terbuka 2026.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Memasuki gim kedua dan ketiga, Amallia/Fadia tampil lebih tenang dan mampu membalikkan keadaan hingga memastikan gelar juara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved