Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA campuran bulu tangkis Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menjadi finalis kelima wakil Indonesia setelah mengalahkan wakil Thailand Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat 19-21, 21-13, dan 21-14, di laga semifinal Australia Terbuka 2025 di Quaycentre, Sydney, Sabtu (22/11).
Jafar/Felisha mengikuti jejak empat rekan sesama Indonesia yang sudah lolos ke partai puncak yaitu ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, serta ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Rachel Allessya Rose/Febi Setia Ningrum.
Jafar/Felisha memulai gim pertama dengan ketat, bangkit dari ketertinggalan 2-4 untuk unggul sebanyak empat poin di interval.
Unggulan kedua Indonesia itu mendominasi jalannya laga setelah itu dan mempertahankan keunggulan 17-15. Pasangan lawan kemudian menyamakan skor sebanyak dua kali 17-17 dan 18-18.
Jafar/Felisha sempat menahan satu match point, tetapi gagal untuk kembali mengambil alih posisi sehingga kehilangan kesempatan untuk mengamankan kemenangan pada gim pertama.
Di awal gim kedua, Jafar/Felisha memulai dengan apik untuk mengamankan tiga poin pertama. Namun, mereka malah tertinggal satu poin pada saat rehat.
Momentum manis mulai didapat Jafar/Felisha setelah kedudukan 12-12. Mereka mencetak enam poin berturut-turut dan terus memimpin hingga memenangkan gim untuk memperpanjang laga ke gim penentuan.
Saling berebut poin di gim terakhir berlangsung dramatis sebelum interval. Jafar/Felisha yang unggul satu poin di momen itu dan terus menjaga jarak hingga memastikan kemenangan.
"Tadi di gim pertama kami sudah unggul tapi karena terburu-buru ingin menyelesaikan di poin kritis jadi malah tersusul dan kalah. Di gim kedua dan ketiga kami mencoba lagi, tidak mau kalah karena kemarin juga sudah mengalami kalah di gim pertama tapi bisa ambil gim kedua dan ketiga. Ini yang tadi kami lakukan lagi," kata Jafar.
Dia mengatakan akan bermain lebih lepas atau tanpa beban pada partai final dengan tetap menjaga juang untuk merebut gelar juara.
Kemenangan Jafar/Felisha tersebut sekaligus membalas kekalahan dari pasangan Thailand itu, yang sebelumnya mengalahkan mereka dalam di Hylo Terbuka, Oktober lalu.
Selain itu, kemenangan terbaru membuat Jafar/Felisha memastikan tiket BWF World Tour Finals 2025 yang berlangsung di Hangzhou, Tiongkok, Desember mendatang.
"Bersyukur banget, Puji Tuhan bisa lolos ke World Tour Finals. Ini kesempatan yang kami nantikan juga dalam beberapa pertandingan terakhir, banyak kepikiran juga setiap mau main. Akhirnya lolos, lega dan lepas rasanya. Senang juga bisa revans dari pasangan Thailand," kata Felisha. (Ant/Z-1)
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Pasangan ganda campuran, Terry Hee Yong Kai/Gloria Emanuelle Widjaja, mengamankan tiket semifinal turnamen bulu tangkis Jerman Terbuka 2026
Langkah mulus dicatatkan duet ganda campuran beda negara, Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia) dan Hee Yong Kai Terry (Singapura)
Ia mengakui bahwa Bobby/Melati sempat mendominasi di awal laga, namun dirinya dan Adnan berhasil merebut ritme permainan pada saat-saat krusial.
Kondisi tersebut membuat Adnan/Indah kehilangan ritme dan harus merelakan gim pembuka.
Kemenangan itu diraih melalui drama tiga gim yang berakhir dengan skor 15-21, 21-17, dan 21-15. Keberhasilan itu sekaligus mengukuhkan ketangguhan mental Chen/Toh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved