Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Demokrasi yang Menyelamatkan Bumi: DPD RI Luncurkan Gerakan Green Democracy

Ferdian Ananda Majni
09/11/2025 16:26
Demokrasi yang Menyelamatkan Bumi: DPD RI Luncurkan Gerakan Green Democracy
Green Democracy Fun Walk di Plaza Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (9/11).(DOK DPD RI)

SEBANYAK 25.538 peserta dari berbagai daerah ikut memeriahkan Green Democracy Fun Walk, yang digelar sebagai puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 DPD RI, Minggu (9/11), di Plaza Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Kegiatan yang dilepas langsung oleh Ketua DPD RI Sultan B Najamudin ini mengusung semangat Green Democracy, sebuah paradigma baru demokrasi yang sejuk, elegan dan berwawasan lingkungan.

"Hari ini kami tidak hanya jalan santai bersama masyarakat, tetapi juga menanam pohon damar sebagai simbol bahwa demokrasi hijau adalah demokrasi yang menyelamatkan bumi," kata Sultan dalam sambutannya di Jakarta, Minggu (9/11).

Dia menjelaskan, konsep Green Democracy mencerminkan bahwa demokrasi tidak hanya berbicara soal politik dan manusia, melainkan juga keberlanjutan bumi. "Dari Green Democracy, kami akan turunkan menjadi Green Parliament, Green Legislation, Green Diplomacy, hingga Green Economy dan Green Education. Karena masa depan demokrasi harus bersinergi dengan masa depan bumi," ujarnya.

Pada acara yang juga dihadiri Wamenpora Taufik Hidayat, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Kepala BKN Zudan Arif Fakrullah, serta sejumlah duta besar negara sahabat seperti dari Chile dan Belarus, DPD RI meraih rekor MURI atas partisipasi ribuan peserta dalam kegiatan tersebut.

Peserta mulai berjalan sejak pukul 06.00 WIB, menempuh rute sejauh 5 kilometer dengan berbagai zona tematik seperti parade pelajar, tarian daerah, dan pertunjukan musik lokal. Setibanya di garis finis, mereka disambut expo UMKM, hiburan musik, serta pembagian doorprize dan grand prize paket umrah.

Selain jalan santai, kegiatan ini juga diisi dengan penanaman pohon langka sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Sultan menegaskan bahwa Green Democracy bukan sekadar simbolik, melainkan arah baru bagi pembangunan demokrasi Indonesia yang selaras dengan alam.

"Demokrasi hijau ini akan terus kami bawa ke daerah-daerah. Kami ingin masa depan politik Indonesia ditentukan oleh apa yang kita tanam hari ini, baik secara harfiah maupun maknawi," pungkas Sultan.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengusulkan 9 November ditetapkan sebagai Green Democracy Day atau Hari Demokrasi Hijau Nasional, sebagai wujud komitmen DPD RI dalam memperkuat sinergi antara demokrasi dan keberlanjutan lingkungan. (I-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya