Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
NI Kadek Dhinda Amartya Pratiwi menorehkan pencapaian gemilang pada debutnya di turnamen level BWF Super 300.
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia itu memastikan satu tempat di perempat final Korea Masters 2025 setelah menundukkan wakil Taiwan, Tung Ciou-Tong, lewat pertarungan tiga gim 21-16, 15-21, dan 21-12 di Wonkwang University Cultural and Sport Center, Iksan City, Kamis (6/11).
Laga berjalan ketat sejak awal. Dhinda tampil percaya diri di gim pertama, namun sempat kehilangan fokus di gim kedua sebelum bangkit di gim penentuan.
“Pertandingan ini Astungkara berjalan dengan lancar. Tadi mainnya juga sudah oke banget, meskipun ada beberapa kali melakukan kesalahan di game kedua karena sempat hilang fokus,” ujar Dhinda seusai pertandingan.
Momentum kebangkitan di gim ketiga terjadi berkat dorongan sang pelatih, Ignatius Nunung Subandoro, yang memintanya untuk memulai kembali dengan mental baru.
“Pelatih bilang ini game baru lagi, jadi mulai dari awal lagi. Saya dan lawan pun sama-sama capek, dan pas saya tahan-tahanin lawan enggak kuat, akhirnya saya bisa menang,” tutur Dhinda.
Kemenangan tersebut terasa spesial bagi Dhinda tersebut karena menjadi pembuktian di ajang yang lebih bergengsi.
“Ini debut saya di BWF Super 300. Dari kemarin pas main di BWF Super 100 saya mentok di babak 16 besar, dan sekarang bisa masuk babak 8 besar. Ini membuat saya percaya diri di game berikutnya,” ungkapnya.
Dhinda juga mengakui bahwa karakter permainan lawannya kali ini menuntut adaptasi cepat di lapangan.
“Lawan hari ini lebih ada nyerangnya dan kuat juga rally-nya, tetapi tidak sekuat lawan kemarin yang full rally, jadi kalau saya tahanin terus bisa diatasi,” katanya.
Dengan semangat tinggi, Dhinda bertekad menjaga momentum hingga babak selanjutnya. “Kunci kemenangan hari ini yakin, tetap semangat dan fokus. Untuk besok siapapun lawannya, fokus step by step aja,” tegasnya. (I-3)
Langkah pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi harus terhenti di babak semifinal Korea Masters 2025. Ia kalah dari unggulan pertama asal Taiwan, Chiu Pin-Chian.
Raymond menilai kemenangan diraih berkat permainan agresif yang tetap disertai kesabaran.
Dhinda sempat mengalami kram paha namun tetap berusaha menyelesaikan pertandingan perempat final.
Jorji, sapaan Gregoria Mariska, menang lawan wakil Korea Selatan, Sim Yu Jin dengan skor 18-21, 21-17, dan 21-19 di Kumamoto Prefectural Gymnasium.
Putri dalam beberapa turnamen belakangan ini mencatatkan tren yang cukup positif.
Tiwi/Fadia melaju ke semifinal Jerman Terbuka setelah sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14
Berpasangan dengan wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, Gloria Emanuelle Widjaja bertekad menuntaskan ambisinya untuk naik ke podium tertinggi setelah dua kali harus puas jadi runner-up.
Apriyani/Lanny harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kaho Osawa/Mai Tanabe di babak 16 besar Jerman Terbuka.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia, All England 2026, akan menjadi panggung pembuktian bagi pebulu tangkis tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan.
Di laga Jerman Terbuka, Tiwi/Fadia menundukkan wakil Denmark, Kathrine Vang/Mette Werge, dengan skor meyakinkan 21-8 dan 21-14.
Turnamen ini diikuti 518 atlet dari 28 klub, yang terdiri atas 25 klub mitra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved