Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Dhinda Amartya Gagal ke Final Korea Masters 2025, Kalah dari Wakil Taiwan

Andhika Prasetyo
08/11/2025 16:11
Dhinda Amartya Gagal ke Final Korea Masters 2025, Kalah dari Wakil Taiwan
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi(Antara)

Langkah pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi harus terhenti di babak semifinal Korea Masters 2025. Ia kalah dari unggulan pertama asal Taiwan, Chiu Pin-Chian, lewat duel tiga gim dengan skor 21-19, 19-21, 8-21, di Iksan City, Korea Selatan, Sabtu (8/11). Dhinda sejatinya tampil impresif di gim pertama dengan memanfaatkan kesalahan lawan dan mampu menutupnya dengan kemenangan tipis.

“Tadi di gim pertama saya main all out aja dan asal masuk dulu. Lawan juga banyak mati sendiri dan buru-buru mau matiin bola, jadi saya tahanin aja dan menang 21-19,” ujar Dhinda dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Namun, di gim kedua, pertandingan berlangsung ketat. Chiu mulai menemukan celah permainan Dhinda dan membalikkan keadaan di poin-poin akhir.

“Di poin-poin akhir, lawan kasih bola di belakang kiri saya, dan lob-nya dalam banget. Banyak pengembalian saya yang keluar, jadi dia dapat poin mudah,” ungkapnya.

Memasuki gim ketiga, kondisi fisik Dhinda menurun akibat kelelahan dan cedera kecil pada kaki.

“Game ketiga saya sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi ada kendala di kaki karena kapalan dan memang udah capek juga, nafas sudah gak beraturan,” kata pemain asal Bali tersebut.

Dhinda menilai performanya di semifinal turut dipengaruhi jadwal padat sejak babak sebelumnya.

“Dari kemarin mainnya rubber terus, jadi kondisi belum bisa pulih sepenuhnya,” tambahnya.

Meski gagal melangkah ke final, Dhinda tetap bersyukur atas pencapaiannya menembus empat besar turnamen level Super 300 tersebut.

“Senang bisa dikasih kesempatan sampai semifinal. Ini jadi pengalaman dan motivasi buat turnamen berikutnya,” ujarnya.

Sebagai evaluasi, Dhinda bertekad memperkuat aspek fisik, variasi pukulan, dan kekuatan agar lebih kompetitif di ajang internasional.

“Musuhnya kuat-kuat dan gak gampang mati, jadi saya mau kuatin fisik, variasi pukulan, dan power. Kalau cuma andalkan fisik aja susah di level ini,” katanya.

Selanjutnya, setelah dari Korea Masters, Dhinda dijadwalkan tampil di Kumamoto Masters 2025, turnamen BWF Super 500, yang menjadi debutnya di level tersebut. Ia menargetkan tampil maksimal untuk meraih hasil terbaik. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya