Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Marc Marquez harus puas finis kedua pada MotoGP Catalunya 2025 di Sirkuit Montmelo, Minggu (7/9). Sempat memimpin balapan, pembalap berjuluk Baby Alien itu akhirnya disalip adiknya, Alex Marquez, dan gagal merebut kembali posisi terdepan hingga finis.
Hasil ini membuat Marc batal mengunci gelar dunia lebih cepat di seri San Marino. Meski begitu, ia menegaskan tetap tenang karena target utamanya adalah konsistensi poin, bukan kemenangan instan.
Marc mengaku sengaja tidak memaksakan diri. Menurutnya, menjaga ritme dan mengamankan klasemen lebih penting dalam perburuan titel.
“Masih ada tujuh seri tersisa. Target saya adalah tetap balapan dengan mental yang sama, tidak terburu-buru, mengendalikan motor, dan menjaga poin,” kata Marc dikutip dari Crash, Senin (8/9).
Ia menambahkan, sebenarnya punya peluang memaksakan diri merebut kemenangan, namun menilai itu bukan momen yang tepat.
Bagi Marc, strategi berhitung itu sudah menjadi komitmen sejak awal musim. Kekalahan kali ini bukan kegagalan, melainkan bagian dari langkah menjaga peluang juara.
“Saya sudah bilang sejak Kamis lalu, ada momen ketika saya harus menerima ada pembalap lain yang lebih cepat,” ujarnya.
Marc juga memberi apresiasi kepada Alex yang tampil lebih kuat di Catalunya.
“Adik saya lebih cepat pekan ini,” pungkasnya. (Z-10)
Marc Marquez meraih kemenangan penting pada Sprint Race MotoGP Catalunya 2025 di Sirkuit Montmelo, Barcelona, Sabtu (6/9) malam. Namun, di balik hasil manis itu, ia hampir terjatuh.
Sprint Race MotoGP Catalunya 2025 di Sirkuit Montmelo, Barcelona, Sabtu (6/9) malam, menyajikan duel sengit selama 12 lap penuh drama.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved