Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ARYNA Sabalenka mengakhiri dominasi Iga Swiatek di Prancis Terbuka, mengalahkan juara bertahan itu dalam pertandingan semifinal Roland Garros.
Sabalenka, juara tunggal Grand Slam tiga kali dan runner-up dua kali, kini melaju ke final Grand Slam pertamanya di lapangan tanah liat.
"Saya sangat senang dengan kemenangan hari ini dan mengalahkan Iga di Roland Garros," kata Sabalenka usai kemenangannya, dikutip dari WTA, Jumat (6/6).
"Ini sesuatu yang luar biasa dan sesuatu yang sangat saya banggakan, dan ya, senang bisa melewati pertandingan yang sulit ini," lanjutnya.
Sabalenka membutuhkan waktu 2 jam dan 19 menit untuk memutus rekor 26 kemenangan beruntun juara empat kali Swiatek di ajang tersebut.
Swiatek meraih gelar pertamanya di Roland Garros pada 2020, lalu memenangi tiga gelar berturut-turut dari 2022 hingga tahun lalu. Rekor menang-kalah Swiatek di Roland Garros kini berada di angka 40-3.
Namun, Sabalenka jelas berada di puncak klasemen saat ini, baik di ajang WTA maupun Grand Slam.
Kemenangannya atas Swiatek merupakan kemenangan ke-40nya di babak utama musim ini, dan ia telah memenangi lima pertandingan semifinal Grand Slam terakhirnya.
Faktanya, ini adalah pertemuan Grand Slam kedua antara Sabalenka dan Swiatek. Swiatek meraih kemenangan tiga set atas Sabalenka di semifinal Amerika Serikat (AS) Terbuka 2022, dalam perjalanannya meraih satu gelar Grand Slam di lapangan keras.
Swiatek memasuki pertandingan dengan keunggulan head-to-head 5-1 atas Sabalenka di lapangan tanah liat kesayangan petenis Polandia itu, tetapi ini adalah tahun pertama sejak 2020 saat Swiatek memasuki Roland Garros tanpa memenangi gelar di lapangan tanah liat.
Cerita berbeda untuk Sabalenka yang telah memenangi tiga gelar, termasuk gelar Madrid ketiga di lapangan tanah liat, dan mencapai tiga final lainnya tahun ini saat memasuki Paris. Kini, ia telah mencapai enam final Grand Slam selama tahun 2020-an -- satu lebih banyak dari Swiatek.
"Ini akan berarti segalanya bagi saya dan tim karena saya harus mengatakan bahwa hampir sepanjang hidup saya, saya telah diberi tahu bahwa lapangan tanah liat bukan bidang saya dan kemudian saya tidak memiliki kepercayaan diri," kata Sabalenka.
"Di masa lalu, saya tidak tahu sudah berapa tahun, kami telah mampu mengembangkan permainan saya begitu banyak, jadi saya merasa sangat nyaman di permukaan ini dan benar-benar menikmati bermain di lapangan tanah liat. Jika saya bisa mendapatkan trofi ini, itu akan sangat berarti bagi kami," imbuhnya
Sabalenka kini menjadi petenis putri pertama yang mencapai final tunggal di tiga ajang Grand Slam berturut-turut (AS Terbuka 2024, Australia Terbuka 2025, dan Prancis Terbuka) sejak Serena Williams (Australia Terbuka, Prancis Terbuka, dan Wimbledon, semuanya pada tahun 2016). (Ant/Z-1)
LANGKAH ambisius Carlos Alcaraz untuk melengkapi koleksi gelar Career Grand Slam dimulai dengan hasil positif di Melbourne Park di Australian Open 2026
UNGGULAN Utama Aryna Sabalenka mengawali kampanye perburuan gelar Australia Terbuka 2026 dengan hasil positif.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
PETENIS asal Indonesia Janice Tjen bersama pasangannya asal Polandia Katarzyna Piter sukses ke babak final Hobart International 2026 mengalahkan unggulan ketiga ajang WTA 250
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Fokus studi Casper Ruud tertuju pada nama-nama seperti petenis 19 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, dan talenta Rep Ceko, Jakub Mensik.
Tampil solid di lapangan keras ASB Classic, Jakub Mensik menundukkan unggulan asal Argentina Sebastian Baez melalui kemenangan dua set langsung, 6-3 dan 7-6 (7).
Carlos Alcaraz dan Aryna Sabalenka ditetapkan sebagai unggulan teratas, memimpin undian tunggal putra dan putri dalam turnamen yang akan berlangsung di Melbourne Park tersebut.
Di perempat final Hobart International, Janice Tjen dan Katarzyna Piter mengalahkan pasangan Nadiia Kichenok dan Makoto Ninomiya.
Aldila Sutjiadi, bersama pasangannya Giuliana Olmos (Meksiko), harus terhenti di babak perempat final turnamen Hobart International 2026 usai dikalahkan Eri Hozumi dan Fang Hsien Wu.
Duel antara Tatjana Maria, 38 dan Venus Williams, 45, mencatatkan rekor sebagai kombinasi usia tertua dalam satu pertandingan tur WTA sejak organisasi tersebut didirikan pada 1973.
Setelah melewati laga pembuka dengan kemenangan, Aldila mengungkapkan harapannya untuk dapat bertemu rekan senegaranya, Janice Tjen, di babak final Hobart International.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved