Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MARQUEZ bersaudara berhasil menempati posisi pertama dan kedua di GP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Senin (17/3). Marc Marquez finis di posisi pertama disusul adiknya, Alex Marquez, di posisi kedua.
Marc dan Alex Marquez menguasai balapan sejak awal. Alex tampil dominan, sampai akhirnya ia disalip Marc di lima lap sebelum garis finis.
Sementara itu, di posisi ketiga ada pembalap dari Pertamina VR46 Racing Tim, Franco Morbidelli. Disusul rekan setim Marc Marquez, Francesco Bagnaia, di posisi empat.
Pertamina VR46 Racing Tim Fabio Di Giannantonio membuntuti di posisi lima, disusul pembalap Castrol Honda LCR, Johann Zarco di posisi enam.
Posisi ketujuh diisi oleh Brad Binder dari Red Bull KTM. Kedelapan ada Ai Ogura dari tim Trackhouse Aprilia. Di posisi sembilan ada Pedro Acosta dan Joan Mir dari Honda HRC Castrol di posisi 10.
Masuknya GP Argentina sekaligus menandai Sirkuit Autodromo Oscar Juan Galvez kembali lagi menyelenggarakan balapan setelah direnovasi.
Fabio Di Giannatonio memulai musim ini dengan sangat menjanjikan usai finis pada urutan kelima GP Argentina, Senin (17/3) pagi WIB.
Marc Marquez melanjutkan dominasinya di GP Argentina selepas meraih kemenangan keempat di negara tersebut pada edisi Moto GP 2025, Senin (17/3) WIB.
Mario Aji hanya bisa memacu sepeda motornya sampai putaran ke-13.
Kemenangan di GP Argentina membuat Marc Marquez berstatus sebagai pemuncak klasemen sementara MotoGP usai mengoleksi total 74 poin.
Saat ini, Marc Marquez tercatat telah memenangkan total 90 kemenangan dan 64 kemenangan diperolehnya dari kelas MotoGP.
Marquez menilai musim 2026 akan menjadi periode yang sangat menarik bagi para penggemar balap motor kasta tertinggi ini.
Kini, Marc Marquez hanya terpaut satu gelar dari pemegang rekor sepanjang masa, Giacomo Agostini, yang mengoleksi delapan gelar juara dunia kelas utama.
Meski saat ini masih berada di puncak performa, Marc Marquez menyadari bahwa batasan tubuhnya akan menjadi penentu utama kapan ia harus gantung helm.
MARC Marquez dinilai memiliki bakat dan kecepatan luar biasa, tetapi tidak mempunyai daya tarik dan magis seperti Valentino Rossi.
Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez mengantisipasi kemungkinan adanya penurunan performa yang bisa ia alami di musim depan meskipun baru saja mendominasi musim 2025 bersama Ducati.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved