Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CHARLES Leclerc mengungkapkan kekecewaannya setelah melakukan kesalahan sendiri di detik-detik akhir kualifikasi untuk Grand Prix Austria, dengan pembalap Monako merasa seharusnya bisa memulai balapan dari posisi yang lebih baik daripada P6.
Leclerc telah memberikan segalanya dalam lap terbang terakhirnya di Q3 ketika sebuah kesalahan di Tikungan 4 memaksanya untuk mencoba mengejar waktu di tikungan-tikungan berikutnya. Strategi ini ternyata berbalik melawan pembalap Ferrari tersebut karena ia akhirnya keluar dari jalur, meninggalkannya dengan perasaan menyesal tentang apa yang bisa saja terjadi.
“Ini sangat frustrasi karena, ketika kamu tahu kamu memiliki potensi untuk tampil baik dan kamu membuat kesalahan sendiri, itu selalu menyakitkan, tapi memang begini,” kata Leclerc setelah sesi kualifikasi. “Ini bukan bencana. P7 tidak bagus, saya rasa P3 bisa dicapai hari ini.
Baca juga : Naik Podium di GP Austria, Leclerc Ungkap Optimisme
“Tikungan 1 dan 3 sangat, sangat baik di lap terakhir saya. Saya dua persepuluh detik lebih cepat dari lap saya sebelumnya dan kemudian saya melakukan kesalahan di Tikungan 4. [Saya] mencoba lebih keras untuk mengejar kembali waktu di Tikungan 6, malah kehilangan waktu, mencoba hal yang sama di Tikungan 9, juga gagal… Ini kehidupan.
“Saya rasa upaya tersebut lebih bermanfaat daripada merugikan tahun ini dengan cara mendorong batas di kualifikasi. Hari ini saya kena batunya."
“Saya agak kecewa, terutama karena tim kami telah melalui dua atau tiga balapan sulit, dan saya merasa hari ini adalah kesempatan untuk kembali ke posisi tiga besar, tapi saya tidak melakukan pekerjaan dengan baik di lap kedua. Tapi lap pertama dengan ban bekas sangat bagus.”
Baca juga : Max Verstappen Raih Pole Position untuk Grand Prix Austria, Lando Norris di Posisi Kedua
Ditanya apakah dengan mobil yang tampaknya terasa lebih baik dibandingkan akhir-akhir ini, ini bisa menjadi pertanda baik untuk balapan, Minggu.
“Ya, saya rasa ini terlihat lebih baik daripada pagi tadi, karena kami berada dalam konfigurasi yang berbeda yang seharusnya membantu sedikit lebih dalam hal kecepatan balapan," ujar Leclerc.
“Saya menantikannya dan kita lihat saja di hari balapan.”
Baca juga : Charles Leclerc Sebut Masalah Mesin Membuatnya Nihil Poin di Kanada
Namun, dengan Max Verstappen yang merebut pole position dengan waktu 1m 04.314s dan Lando Norris berada di posisi kedua dengan selisih empat persepuluh detik, Leclerc merasa bahwa pertarungannya kemungkinan besar akan melawan mobil Mercedes George Russell dan Lewis Hamilton, yang berada di posisi ketiga dan kelima dengan rekan setim Leclerc, Carlos Sainz, di antara mereka.
“Saya rasa Lando dan Max tidak akan mungkin bisa dijangkau besok,” akui pria berusia 26 tahun tersebut. “Mereka terlalu cepat akhir pekan ini.
“Saya rasa Oscar [Piastri] di belakang akan menjadi tantangan, tapi dia memulai balapan dari belakang [di P7] jadi mungkin kami bisa mempertahankan posisi itu.
“Dengan Mercedes kami sudah dekat sepanjang akhir pekan, tapi saya merasa, jika kami melakukan segalanya dengan sempurna, kami bisa mengalahkan mereka.” (Formula 1/Z-3)
Arthur Leclerc akan membawa mobil Ferrari SF-25 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi menggantikan posisi Lewis Hamilton.
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton kembali kesulitan di kualifikasi F1 GP Qatar, finis di luar posisi depan dan mengaku mobil Ferrari sulit dikendalikan.
Charles Leclerc tampil begitu kesulitan sepanjang kualifikasi dan harus menempati posisi kesembilan. Sementara rekan setimnya Lewis Hamilton harus puas berada di posisi buncit.
Max Verstappen dari Red Bull tetap tenang meski Virtual Safety Car di akhir lomba menggagalkan peluangnya merebut posisi kedua dari Leclerc.
Max Verstappen mengaku menghadapi akhir pekan yang berat di GP Meksiko 2025 setelah hanya mampu start dari posisi kelima.
Lewis Hamilton menilai posisi ketiga di kualifikasi GP Meksiko 2025 adalah tempat ideal untuk memperebutkan kemenangan.
Deschamps tidak memilih pemain berusia 25 tahun itu untuk pertandingan Prancis melawan Israel dan Belgia. Menurutnya, akan berisiko jika Mbappe tetap memperkuat timnas Prancis.
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) mendorong agar industri perumahan memiliki standarisasi kompetensi.
Avila dan Putera sudah tampil impresif sejak sesi kualifikasi.
Ediin Dzeko menunjukkan kelasnya saat Fenerbahce menang 4-3 dalam pertandingan leg pertama kualifikasi kedua Liga Champions UEFA di klub Swiss Lugano, Rabu (24/7) dini hari WIB.
Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan berat di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved