Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM McLaren akan menghadirkan desain livery spesial yang terinspirasi dari legenda Formula 1 Ayrton Senna dengan perpaduan warna kuning, hijau, dan biru pada GP Monaco, yang akan digelar akhir pekan ini.
Dikutip dari laman resmi Formula 1, Rabu (22/5), livery ini terinspirasi dari helm ikonik Senna dan dirancang untuk merayakan warisan balap luar biasa dari pembalap Brasil itu.
"Tim bangga mengakui dan merayakan kehidupan luar biasa dan warisan balap Ayrton Senna melalui livery McLaren ini," kata CEO McLaren Zak Brown.
Baca juga : Lando Norris Mengaku Sedih Gagal Juarai GP Emilia Romagna
"Senna tetap dihormati sebagai ikon terhebat Formula 1 dan pembalap McLaren yang paling berprestasi," tambahnya.
Juara dunia tiga kali Senna adalah pembalap McLaren yang paling sukses, membalap untuk tim asal Inggris tersebut antara 1988 hingga 1993.
Selama waktu tersebut, ia mengamankan 35 dari 41 kemenangan Grand Prix ditambah tiga gelar pembalap dan empat kejuaraan konstruktor.
Baca juga : Max Verstappen Kalahkan McLaren Raih Pole Position di Grand Prix Emilia Romagna
McLaren memilih Monaco karena trek Monte Carlo identik dengan Senna, pembalap Brasil yang meninggal 30 tahun lalu. Ia memenangkan enam gelar, termasuk lima kali berturut-turut sejak 1989.
Di Monaco, tim McLaren juga akan mengenakan seragam tim yang terinspirasi dari Senna sepanjang akhir pekan, termasuk seragam spesial untuk dua pembalap mereka musim ini, Lando Norris dan Oscar Piastri.
"Pengaruhnya terhadap McLaren sangat besar, tidak hanya melalui rekor balapannya tetapi juga kehadirannya di dalam tim, dan kini warisannya. Jadi merupakan suatu kehormatan untuk membalap untuknya di sirkuit tersuksesnya dengan warna hijau, kuning, dan biru," tegas Brown.
Baca juga : Lando Norris Tegaskan McLaren Butuh Konsistensi Agar Bisa Bersaing dengan Ferrari dan Red Bull
"Dengan peringatan 30 tahun meninggalnya Senna, tim memilih untuk mengenang dan merayakan hidupnya di salah satu tempat favorit dan tersukses untuk balapan, Monaco. Kami menantikan balapan dengan corak yang semarak dan indah pada akhir pekan ini," lanjutnya.
Keponakan Senna, Bianca, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada McLaren karena memberikan penghormatan tiga dekade sejak meninggalnya sang legenda melalui livery spesial tahun ini.
"Ini adalah cara yang fantastis untuk merayakan kehidupan dan warisannya melalui warna ikonik pada kedua mobil. McLaren sangat berarti baginya, dan bersama-sama mereka mencapai banyak kesuksesan, yang sebagian besar masih dikenang oleh banyak orang hingga saat ini," ujar Bianca Senna.
"Akan istimewa melihat mobil dengan livery ini untuk balapan di jalanan Monaco, sirkuit yang memberinya begitu banyak kegembiraan dan banyak kemenangan untuknya," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Peluncuran identitas visual tim dilakukan secara tidak biasa, yakni melalui tayangan iklan pada ajang Super Bowl, menandai keseriusan Cadillac memasuki panggung balap Formula 1.
Pembalap Ferrari Charles Leclerc optimistis bahwa peta persaingan akan semakin merata karena setiap tim Formula 1 memulai pengembangan dari titik nol.
Pembalap Red Bull Isack Hadjar kehilangan kendali di tikungan terakhir yang sangat cepat. Mobilnya melintir dan menghantam pembatas jalan dengan bagian belakang terlebih dahulu.
Seorang juru bicara Williams menyebut bahwa absen di tes pramusim Formula 1 tersebut adalah "hasil rekayasa teknik yang lebih baik" di tengah situasi yang ada.
Setelah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang musim 2025, Ferrari dituntut untuk tampil kompetitif sejak balapan pembuka musim depan.
Max Verstappen kini memegang peran sebagai pilar penting tim Red Bull, dengan terlibat aktif dalam proses evolusi kendaraan, terutama menjelang perubahan regulasi besar-besaran pada 2026.
Lando Norris menyentuh garis finis di GP Monaco dengan keunggulan 3,131 detik dari Charles Lecrerc, dan 3,658 detik dari rekan setimnya Oscar Piastri di posisi ketiga.
Charles Leclerc sebelumnya mengalami banyak nasib buruk di balapan kandangnya, setelah dua kali start dari posisi pole sebelum 2024 tanpa pernah mengklaim kemenangan
Pada seri kedelapan Formula 1, GP Monaco, Charles Lecrerc meraih kemenangan yang ia dambakan dengan jarak 7,152 detik dari pembalap McLaren Oscar Piastri di posisi kedua.
Tambahan 25 poin ini menambah jumlah poin Charles Leclerc di posisi kedua klasemen dengan 138 poin, memangkas jarak poin dari Max Verstappen yang finis di P6 menjadi selisih 31 poin.
F1 GP Monaco 2024 mencatatkan Charles Leclerc sebagai juara. Leclerc meraih kemenangan usai mengalahkan pemuncak klasemen sementara Max Verstappen
Keberhasilan Charles Leclerc meraih posisi pole membuat dia menjadi pembalap yang meraih tiga posisi pole dalam empat edisi terakhir di Monaco setelah musim 2021 dan 2022.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved