Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TUNGGAL putri bulu tangkis Indonesia Gregoria Mariska Tunjung mengaku belum puas dengan penampilannya saat melewati babak 32 besar Thailand Terbuka, Rabu (15/5).
Bertanding di Stadion Nimibutr, Bangkok, Gregoria ingin memperbaiki performanya di babak 16 besar Thailand Terbuka usai mengalahkan wakil Taiwan Liang Ting Yu dengan skor akhir 21-18 dan 21-17.
"Puji Tuhan bisa melewati pertandingan dengan kemenangan, meskipun dari segi permainan yang saya tampilkan hari ini belum nyaman," kata Gregoria dalam keterangan tertulis PBSI, Rabu (15/5).
Baca juga : Gregoria Bersyukur Menang Straight Game Atas Yeo di All England
"Karena kondisi lapangan berbeda dengan saat latihan kemarin. Saya juga masih mencari-cari bentuk permainan terbaik. Saya masih banyak melakukan error," lanjutnya.
Gregoria sempat tertinggal di gim pertama maupun kedua akibat kesalahan yang ia lakukan sendiri. Namun, ia mengakui lawan juga bermain bagus dan pertandingan tersebut merupakan kali pertama pertemuan mereka.
Kejadian di poin terakhir juga sempat membuat Gregoria bingung. Ia gagal mengembalikan shuttlecock yang bergulir ke bidang lapangannya yang ternyata tangan lawan sempat menyentuh net lebih dulu sebelum bisa mengembalikan pukulan net dari pemain berusia 24 tahun itu.
Baca juga : Meski Sukses Melaju ke 16 Besar Prancis Terbuka, Gregoria Mariska Tunjung Mengaku belum Tampil Sempurna
Untuk pertandingan selanjutnya, Gregoria ingin lebih fokus dan tenang.
"Lawannya siapa belum tahu. Cuma saya harus lebih tenang. Tadi masih terlihat buru-buru. Adaptasi dengan lapangan harus bisa lebih baik lagi," ujar Gregoria.
"Juga saat unggul, saya tidak boleh kehilangan banyak angka. Kalau banyak kehilangan angka itu bisa berdampak ke rasa percaya diri," imbuhnya. (Ant/Z-1)
INDONESIA Masters 2026 akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 20-25 Januari.
Di perempat final India Terbuka, Putri KW harus mengakui keunggulan unggulan pertama asal Korea Selatan, An Se Young. Putri kalah dalam dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 8-21.
Putri KW sempat kehilangan gim pertama sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan mengalahkan Line Kjaersfeldt dengan skor akhir 15-21, 21-9, dan 21-18.
Anthony Sinisuka Ginting akan kembali tampil setelah absen lama karena cedera dan fokus ke urusan keluarga.
Di India Terbuka, Sabar/Reza harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Pasangan Indonesia menyerah dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 13-21.
Meski berhasil menumbangkan wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh, Jonatan Christie sempat menyinggung adanya dugaan pelanggaran fair play terkait kondisi shuttlecock di lapangan.
Di perempat final India Terbuka, Putri KW harus mengakui keunggulan unggulan pertama asal Korea Selatan, An Se Young. Putri kalah dalam dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 8-21.
Putri KW sempat kehilangan gim pertama sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan mengalahkan Line Kjaersfeldt dengan skor akhir 15-21, 21-9, dan 21-18.
Langkah awal menuju target tersebut berhasil Putri KW buktikan di putaran pertama Malaysia Terbuka 2026.
Putri Kusuma Wardani akan memikul tanggung jawab besar sebagai satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putri di Malaysia Terbuka.
Tunggal putri bulu tangkis Indonesia Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young, pada laga pembuka Grup A BWF World Tour Finals 2025.
Pelatih sektor tunggal putri tim bulu tangkis Indonesia, Ahmad Tohari, menyampaikan harapan besarnya menjelang pertandingan puncak SEA Games 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved