Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia bertekad menebus kekalahannya tahun lalu di balapan utama Moto GP Amerika di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Texas, Amerika Serikat.
Bagnaia sempat meraih posisi pole dan memenangkan balapan Sprint tahun lalu. Namun, ia gagal finis di balapan utama karena terjatuh.
"Saya tiba di Amerika dengan motivasi dan siap menebus kesalahan saya. Tahun lalu, kami kompetitif sepanjang akhir pekan. Jika saya tidak mengalami kecelakaan, saya pasti memenangi balapan," kata Bagnaia melalui laman resmi Ducati, Sabtu (13/4).
Baca juga : Francesco Bagnaia Fokus pada Pengembangan Teknis di Uji Coba Pramusim Moto GP
Pembalap asal Italia itu memperkirakan ada lebih banyak pembalap yang cepat dan kompetitif pada GP Amerika yang merupakan seri ketiga Moto GP 2024 ini. Namun, ia mengaku optimistis dengan penampilannya akhir pekan ini. Terlebih, pada dua seri pertama ia tampil cukup baik.
"Saya perkirakan ada banyak pembalap yang cepat tahun ini dan ini pasti akan menantang, tetapi kami memiliki dasar yang baik untuk balapan," tuturnya.
Ia mengaku COTA merupakan salah satu sirkuit favoritnya di kalender MotoGP. "Treknya fantastis, saya sangat menikmati Austin dan bahkan atmosfer acaranya berbeda,"tandasnya.
Pembalap Gresini Racing Alex Marquez kini membidik hasil maksimal dalam GP Amerika, yang akan digelar di Circuit of the Americas (COTA), Austin, pada 28-31 Maret 2025.
Tidak hanya membukukan tiga kemenangan di tiga sesi balapan, Maverick Vinales juga mencatatkan rekor putaran (lap) tercepat di Circuit of the Americas (COTA), Austin.
Pembalap peraih delapan gelar juara dunia tersebut optimistis tim Gresini Racing mampu memberikan solusi terbaik atas kendala yang dialaminya di GP Amerika.
Maverick Vinales akhirnya keluar sebagai yang tercepat usai terjadi insiden jatuhnya pembalap Gresini Racing, Marc Marquez, yang memimpin posisi terdepan di sepuluh lap terakhir.
Maverick Vinales mencetak sejarah MotoGP dengan menjadi pembalap pertama yang memenangkan grand prix bersama tiga tim berbeda yaitu Suzuki, Yamaha, dan kini Aprilia.
Maverick Vinales, yang memecahkan rekor lap di babak kualifikasi, membukukan keunggulan lebih dari 1 detik untuk meraih kemenangan di atas motor Aprilia.
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved