Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA turun kasta di ajang Piala Davis. Tim Merah Putih untuk kali pertama anjlok dari Grup II Dunia ke Grup III Zona Asia/Oseania usai kekalahan dari tim Togo 2-3 pada pertandingan playoff yang berlangsung 3-4 Februari di Lome, Togo.
Hasil itu menjadi catatan negatif bagi perjalanan Indonesia di kejuaraan tenis dunia beregu putra tersebut. Pasalnya, Indonesia tidak pernah turun ke Grup III sepanjang ikut serta kejuaraan tersebut.
Kekalahan Indonesia dipastikan setelah pemain tunggal kedua Antony Susanto kalah dua set langsung 6-2, 6-2 atas Komlavi Loglo. Indonesia akan berjuang di Grup III rencananya dilangsungkan pada Juni mendatang.
Baca juga : Hasil Piala Davis Jadi Modal untuk Sea Games
Kapten tim Indonesia Suharyadi mengatakan semua pemain dan tim sudah berjuang dan memberikan yang terbaik buat indonesia. Namun, diakuinya persiapan yang pendek turut berpengaruh.
"Ini juga berkaitan juga dengan waktu persiapan yang sempit. Kecuali Rifqi (Fitriadi) yang sudah punya jadwal tanding yang lebih siap, pemain lainnya praktis tidak banyak bertanding dan hanya fokus persiapan pada saat pemusatan latihan saja," ujar Suharyadi.
Di hari pertama, Indonesia berbagi angka sama 1-1 setelah M Rifqi Fitriadi menang atas Komlavi Loglo 6-1, 6-4. Togo menyamakan kedudukan ketika Thomas Setodji mengungguli Anthony Susanto 6-1, 6-2.
Baca juga : Rifqi Fitriadi Jadi Tunggal Pertama di Laga Piala Davis Kontra Venezuela
Pada hari kedua, Togo mencuri poin dari nomor ganda dengan pasangan Setodji/Loglo menang tiga set atas Rifqi/Antonny 6-3, 3-6, 7-5. Rifqi sempat mengembalikan harapan Merah Putih dengan kemenangan atas Setodji 6-2, 6-3.
Namun, Anthony Susanto di partai penentu gagal merebut kemenangan. Dia kalah dari Loglo 6-2, 6-2. Suharyadi mengatakan tim akan membidik untuk kembali naik ke Grup II Dunia. Di Group III Zone Asia/Oceania, Indonesia juga akan bergabung dengan Thailand dan Vietnam.
"Kita akan susun lagi tim untuk keluar dari Grup III. Tentunya juga harus didukung oleh semua aspek," tukas Suharyadi. (Z-5)
Kepastian ini muncul setelah nama Serena Williams tercatat dalam daftar pemulihan (reinstatements) International Tennis Integrity Agency (ITIA) pada Senin (9/2) waktu setempat.
Janice Tjen berhasil menundukkan petenis asal Brasil, Beatriz Haddad Maia, dengan skor telak 6-0 dan 6-1 di putaran pertama Qatar TotalEnergies Open.
JANICE Tjen harus mengubah persiapan jelang laga pembuka WTA 1000 Qatar Terbuka 2026 setelah lawannya berganti menjadi Beatriz Haddad Maia.
Pertandingan krusial Piala Davis melawan timnas Togo ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, mulai Sabtu (7/2).
Bertanding di International Tennis Centre, Zayed Sports City, Jumat (6/2) waktu setempat, Janice/Eala dipaksa menyerah dua set langsung dengan skor 4-6 dan 2-6.
Janice Tjen dan Alexandra Eala mengalahkan duet Zhang Shuai/Cristina Bucsa dua set langsung 6-3 dan 6-3 di perempat final Abu Dhabi Terbuka.
“Tenis ini banyak peminatnya, tapi belum diasah saja. Akhirnya RANS coba cari atlet yang mau didukung dan ketemu sama Rifqi. Akhinya sekarang diresmikan bahwa Rifqi RANS."
Rifqi tampil gemilang saat menghadapi wakil Vietnam sekaligus unggulan pertama, Ly Hoang Nam, meraih kemenangan dua set langsung dengan skor 6-4 dan 6-1.
Pertandingan ini akan menjadi pertemuan kedua setelah Rifqi sebelumnya kalah dari Hoang Nam Ly pada nomor beregu putra dengan skor 3-6 dan 5-7, Senin (8/5).
Rifqi kalah dari unggulan keenam asal itu dua set 0-6, 0-6. Di laga itu, Kelly masih terlalu tangguh bagi Rifqi hingga sulit merebut satu gim pun.
Para petenis Indonesia diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri dari hasil positif yang diraih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved