Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
FORMULA 1, Rabu (31/1), mengumumkan telah menolak upaya tim asal Amerika Serikat (AS) Andretti untuk bergabung karena tidak yakin dengan level tim tersebut.
Andretti, yang dipimpin juara dunia 1978 Mario dan putranya, mantan pembalap McLaren Michael, mengajukan diri untuk menjadi tim ke-11 di Formula 1 untuk musim 2025 atau 2026.
"Proses penilaian kami menemukan bahwa keberadaan tim ke-11 tidak akan membawa nilai pada kejuaraan," ujar Formula 1 dalam sebuah pernyataan resmi.
Baca juga : General Motors akan Berlaga di Formula 1 pada 2028
"Kehadiran tim baru hanya akan bermanfaat jika mereka kompetitif. Kami tidak merasa pemohon akan bisa memberikan perlawanan yang kompetitif," lanjut Formula 1.
Namun, Formula 1 tidak menutup pintu bagi Andretti untuk bergabung di musim 2028 ketika partner tim itu, General Motors (GM) berencana memproduksi mesin sendiri.
Sebelum itu, jika bergabung dengan Formula 1, Andretti harus menggunakan mesin dari pemasok yang sudah ada sehingga menjadi tanda tanya mengenai kemampuan mereka untuk bersaing.
Baca juga : Lando Norris Perpanjang Kontrak Multi-Tahun dengan McLaren
"Saya sangat kecewa. Saya tidak akan mengatakan hal lain karena saya tidak bisa menemukan kata yang tepat selain kecewa," kata Mario Andretti, yang membalap di Formula 1 antara 1968 dan 1982 dengan menenangkan 12 Grand Prix.
Mayoritas tim Formula 1 menolak perluasan dengan kemungkinan harus berbagi keuntungan dengan tambahan tim. (AFP/Z-1)
Baca juga : McLaren Ungkap Desain Livery yang akan Dipakai di Formula 1 2024
ALIANSI Penyelenggara Haji dan Umrah Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) menyatakan belum ada keputusan resmi penundaan keberangkatan jamaah umrah setelah konflik di Timur Tengah antara Iran, AS
Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menyebut risiko serangan AS ke Iran tidak hanya berasal dari sentimen pasar tetapi juga dari potensi gangguan jalur energi dan perdagangan global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi yang dilakukan AS terhadap Venezuela dapat menjadi contoh dalam menghadapi dinamika kekuasaan di Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer negaranya akan terus berlangsung dengan kekuatan penuh.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos tunjukkan hanya 25% warga AS dukung serangan ke Iran. Risiko lonjakan harga BBM dan korban jiwa tentara jadi ancaman bagi posisi Trump.
Pemerintah Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved