Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
FORMULA 1, Rabu (31/1), mengumumkan telah menolak upaya tim asal Amerika Serikat (AS) Andretti untuk bergabung karena tidak yakin dengan level tim tersebut.
Andretti, yang dipimpin juara dunia 1978 Mario dan putranya, mantan pembalap McLaren Michael, mengajukan diri untuk menjadi tim ke-11 di Formula 1 untuk musim 2025 atau 2026.
"Proses penilaian kami menemukan bahwa keberadaan tim ke-11 tidak akan membawa nilai pada kejuaraan," ujar Formula 1 dalam sebuah pernyataan resmi.
Baca juga : General Motors akan Berlaga di Formula 1 pada 2028
"Kehadiran tim baru hanya akan bermanfaat jika mereka kompetitif. Kami tidak merasa pemohon akan bisa memberikan perlawanan yang kompetitif," lanjut Formula 1.
Namun, Formula 1 tidak menutup pintu bagi Andretti untuk bergabung di musim 2028 ketika partner tim itu, General Motors (GM) berencana memproduksi mesin sendiri.
Sebelum itu, jika bergabung dengan Formula 1, Andretti harus menggunakan mesin dari pemasok yang sudah ada sehingga menjadi tanda tanya mengenai kemampuan mereka untuk bersaing.
Baca juga : Lando Norris Perpanjang Kontrak Multi-Tahun dengan McLaren
"Saya sangat kecewa. Saya tidak akan mengatakan hal lain karena saya tidak bisa menemukan kata yang tepat selain kecewa," kata Mario Andretti, yang membalap di Formula 1 antara 1968 dan 1982 dengan menenangkan 12 Grand Prix.
Mayoritas tim Formula 1 menolak perluasan dengan kemungkinan harus berbagi keuntungan dengan tambahan tim. (AFP/Z-1)
Baca juga : McLaren Ungkap Desain Livery yang akan Dipakai di Formula 1 2024
IRAN membantah keras keterlibatan dalam serangan 4.000 rudal terhadap pangkalan militer Inggris di Diego Garcia, Minggu (22/3) waktu setempat.
PKS mendukung Presiden Prabowo Subianto menunda pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza, Palestina saat meningkatnya konflik Timur Tengah Iran, Amerika Serikat, iran, dan israel
IRAN menyatakan Selat Hormuz terbuka bagi pelayaran internasional, kecuali kapal musuh, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat ancam hancurkan pembangkit listrik iran
PEMERINTAH Jepang membuka peluang untuk mengerahkan kekuatan militernya dalam misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz setelah gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat dan Israel
Swis resmi bekukan ekspor senjata baru ke AS demi jaga netralitas di tengah perang Iran. Bern juga tutup ruang udara bagi penerbangan militer Washington ke Timur Tengah.
AS setujui syarat Iran untuk fokuskan negosiasi hanya pada program nuklir. Mediasi negara Teluk berhasil tekan Washington guna hindari konflik regional lebih luas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved