Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Jepang Naomi Osaka menargetkan meraih lebih banyak gelar Grand Slam dan satu tempat di Olimpiade Paris 2024, setelah dia akan kembali berkompetisi pada tahun depan.
"Saya tentu ingin memenangkan lebih banyak Grand Slam dan saya kira saya bisa menghabiskan lebih banyak waktu di Prancis Terbuka dan Wimbledon, serta bermain di Olimpiade Paris," kata Osaka, dikutip dari AFP, Minggu (10/12).
Mantan petenis putri nomor satu dunia itu akan kembali berkompetisi di Brisbane International, mulai akhir bulan ini, setelah rehat dan sama sekali tidak bermain dalam tur sejak September 2022.
Baca juga: Berubah Pikiran, Nadal tidak Yakin akan Pensiun pada 2024
Salah satu hal yang membuatnya memilih untuk rehat sejenak dari tenis adalah ia hamil dan melahirkan seorang putri yang ia namai Shai, Juli lalu. Juara Grand Slam empat kali itu juga berjuang dengan kesehatan mentalnya terkait tekanan dalam tenis.
Mengenai kembalinya ia ke kompetisi bergengsi, Osaka mengaku ia merasa gugup, bahagia, dan bersemangat. Ia juga mengatakan sangat siap kembali menjadi kompetitif di turnamen-turnamen yang menantinya tahun depan.
Petenis berusia 26 tahun itu pun mengatakan, dirinya banyak belajar memahami diri sendiri, terkait gaya permainan maupun menjadi seorang atlet itu sendiri.
Baca juga: Kyrgios dan Raducanu Absen dari Daftar Peserta Australia Terbuka
"Saya berhasil menjadi diri sendiri dan bermain sesuai naluri saya. Saya rasa saya ingin menjadi seseorang yang lebih memahami permainan," kata Osaka.
Bicara soal Olimpiade, Osaka sempat bermain untuk Jepang pada 2020. Namun, ia kalah dua set langsung di babak ketiga dari petenis Rep Ceko Marketa Vondrousova.
Di sisi lain, ia telah memenangkan empat gelar utama, berjaya di Australia Terbuka 2019 dan 2021, serta menjuarai Amerika Serikat (AS) Terbuka pada 2018 dan 2020.
Osaka kemudian akan kembali bermain Grand Slam di Australia Terbuka pada Januari dan mengatakan dia akan memiliki pola pikir yang berbeda sekarang karena dia adalah seorang ibu.
"Saya belum pernah menjadi orang yang pandai bermain untuk diri saya sendiri, jika itu masuk akal," katanya.
"Jadi, saya menyukai perasaan dimana saya memiliki tanggung jawab untuk menjaga Shai dan ingin menunjukkan kepadanya, berkeliling dunia bersamanya. Aku merasa lebih seperti aku bermain untuknya," pungkas Osaka. (Ant/Z-1)
Meski sulit, Naomi Osaka memilih untuk memprioritaskan waktu berkualitas bersama sang buah hati di tengah persiapan menjelang musim kompetisi tenis 2026.
Venus Williams, legenda tenis AS, comeback di usia 45 tahun untuk berlaga di Auckland Classic 2025, menegaskan semangat juangnya yang abadi.
Naomi Osaka melaju ke semifinal AS Tebruka usai mengalahkan Karonila Muchova dengan skor 6-4 dan 7-6 (7/3).
NAOMI Osaka kembali menunjukkan performa terbaiknya di panggung grand slam setelah empat tahun.
Naomi Osaka menang telak 6-3 dan 6-1 atas Coco Gauff untuk melaju ke perempat final AS Terbuka.
Naomi Osaka mengecam komentar rasisme Jelena Ostapenko di AS Terbuka 2025.
Kenali Janice Tjen, petenis Indonesia yang mencetak sejarah di Australian Open 2026. Simak profil, prestasi, dan fakta menarik perjalanannya di Grand Slam.
Janice Tjen cetak sejarah di Australia Terbuka 2026 usai singkirkan unggulan ke-22, Leylah Fernandez. Ia merasakan momen yang sangat spesial.
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, sukses mengakhiri dahaga 28 tahun publik tenis Tanah Air setelah melaju ke babak kedua Australia Terbuka 2026.
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Namun, performanya sempat terganggu oleh cedera siku yang memaksanya menjalani operasi setelah tersingkir di babak pertama Wimbledon pada Juli.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved