Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, akan berupaya keras untuk finis di depan pembalap Pramac Racing, Jorge Martin, pada seri MotoGP Qatar. Itu harus dilakuakn demi mengamankan gelar juara dunia musim ini. Saat ini, Bagnaia berada di puncak klasemen dengan raihan 413 poin. Ia hanya terpaut 14 poin dari Jorge Martin di urutan kedua.
"Mengalahkan Martin sangat penting karena selisih 14 poin bukanlah apa-apa. Penting untuk tetap tenang dan bekerja dengan baik, serta berusaha maksimal karena Martin tampil baik minggu lalu," ujar Bagnaia.
Bagnaia mengaku tidak menyangka bahwa rekan satu timnya saat berada di Tim Balap Mahindra di era junior itu akan menjadi salah satu pesaing terberatnya musim ini. Menurutnya Martin sangat berbakat dan mudah beradaptasi dalam segala kondisi balapan, serta menunjukkan semangat kompetitif yang tinggi sejak kecil.
Baca juga: Marquez tidak Sabar Bergabung dengan Adiknya di Gresini Racing pada Musim Depan
"Dia sangat kompetitif sejak awal. Dia tak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dengan segala hal. Fakta bahwa saat ini kami sedang bertarung memperebutkan gelar adalah hal yang luar biasa dan saya rasa Jorge pun bisa berbangga akan hal itu," ucap pembalap asal Italia tersebut.
Mengenai balapan akhir pekan ini di Sirkuit Lusail yang baru saja diaspal ulang, Bagnaia merasa senang karena itu adalah salah satu sirkuit favoritnya.
Baca juga: Bastianini: Kemenangan di Malaysia Dorong Kepercayaan Diri
"Ini adalah trek yang saya suka. Kami selalu kompetitif di sini saya pikir motor kami sangat cocok untuk sirkuit ini," tandasnya. (Ant/Z-11)
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Musim lalu menjadi periode yang cukup berat bagi Jorge Martin. Alih-alih menunjukkan dominasi, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan dibandingkan di atas lintasan.
Pembalap Aprillia Racing Jorge Martin dihukum dua long lap penalty saat tampil di GP Valencia yang akan berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (16/11).
Pembalap Aprilia Jorge Martin, sebelumnya, absen karena menderita patah tulang selangka kanan ketika bersaing di sprint race yang berlangsung di Sirkuit Motegi.
Pembalap Aprilia Racing Jorge Martin masih belum sepenuhnya pulih dari cedera patah tulang selangka yang dideritanya saat menjalani balapan Sprint di Sirkuit Motegi, Jepang.
Jorge Martin sudah absen di GP Jepang, GP Indonesia, dan di GP Australia, saat ia digantikan oleh pembalap penguji Aprilia, Lorenzo Savadori.
Hingga kini, Jorge Martin masih dalam masa pemulihan pascaoperasi bahu akibat insiden di Motegi, Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved