Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA pelatih ganda putra Pelatnas PBSI Herry Iman Pierngadi, Sabtu (5/8), menyoroti kualitas permainan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menurun di tiga turnamen yang sudah dilalui.
Menurut Herry, ganda putra peringkat satu dunia itu tidak bisa tampil konsisten karena tersisih semakin awal dibandingkan pencapaian sebelumnya.
"Dengan hasil ini, performa Fajar/Rian yang mengikuti tiga turnamen beruntun memang menurun. Di Korea, mereka bisa maju ke final. Di Jepang, bertahan hingga semifinal. Di sini, (Australia) malah sudah tersisih di perempat final," ungkap Herry melalui informasi resmi PP PBSI.
Baca juga: Rinov/Pitha Dijegal Pasangan Tiongkok
Pelatih berjuluk Coach Naga Api itu tidak berharap banyak dari penampilan Fajar/Rian di Australia Terbuka 2023 dengan melihat konsistensi dari laga sebelumnya.
Langkah Fajar/Rian pun menemui kebuntuan di turnamen berkategori BWF Super 500 itu saat menghadapi pasangan asal Korea Selatan di Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae di babak perempat final, Jumat (4/8).
Unggulan pertama tersebut kalah dari unggulan ke-8 dengan skor 16-21, 21-15, dan 14-21.
Baca juga: Wakil Indonesia Habis di Perempat Final Australia Terbuka
Berdasarkan penilaian Herry, anak-anak asuhnya tersebut masih banyak melakukan kesalahan sendiri yang seharusnya tidak dilakukan pemain papan atas.
"Momen saat mereka unggul 6-3 di gim ketiga, sebenarnya pasangan Korea sudah goyah. Lawan sudah panik. Tetapi begitu momennya hilang, lawan bisa menyusul dan makin percaya diri. Sementara Fajar/Rian jadi tertekan dan akhirnya banyak salah sendiri," ujar Herry.
Melihat kesalahan yang dibuat duo Indonesia itu, Kang/Seo segera berinisiatif mengambil peluang kepemimpinan.
"Setelah itu, pasangan Korea malah bisa berbalik dan semangat lagi. Dari sisi teknik, pembukaannya Fajar/Rian harus diakui memang kalah. Permainannya monoton. Harusnya saat di gim ketiga, variasi pembukaannya bisa lebih kreatif. Lebih kaya lagi," pungkas Herry. (Ant/Z-1)
Dukungan masif dari suporter di Istora diakui menjadi suntikan energi tambahan bagi Fikri. Baginya, atmosfer legendaris arena ini memberikan dampak positif yang luar biasa.
Di partai ketiga fase grup BWF World Tour Finals, Fajar/Fikri akan berhadapan dengan Liang Weikeng/Wang Chang.
FAJAR Alfian menatap peluang meraih hasil lebih baik pada BWF World Tour Finals 2025 dengan pasangan barunya, Muhammad Shohibul Fikri.
Fajar/Fikri menyebut performa Raymond/Joaquin sebagai harapan baru bagi keberlanjutan tradisi kuat sektor ganda putra bulu tangkis Indonesia di level dunia.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus absen dalam BWF World Tour Super 500 Kumamoto Masters karena terkendala visa.
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri harus puas keluar sebagai runner up pada ajang Prancis Terbuka 2025.
Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani mengakhiri perlawanan rekan senegaranya Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat 21-12 dan 21-13 di laga 16 besar Prancis Terbuka.
Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat akan menantang rekan senegara mereka, Sabar Gutama/Muhammad Reza Pahlevi di babak 16 besar Prancis Terbuka.
Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat menumbangkan unggulan kedua Aaron Chia/Soh Wooi Yik dari Malaysia dengan skor 21-17 dan 21-13 di babak 32 besar Denmark Terbuka.
PBSI akan menjajal kombinasi baru di sektor ganda putra dengan memasangkan Muhammad Rian Ardianto bersama dua pemain berbeda, yakni Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dan Rahmat Hidayat.
Setelah Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, Fajar akan berduet dengan Muhammad Shohibul Fikri, sedangkan Rian dipasangkan dengan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.
Pebulu tangkis Indonesia yang masuk daftar unggulan di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025 adalah Jonatan Christie, Gregoria Mariska Tunjung, Fajar/Rian, dan Sabar/Reza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved