Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS Tunisia, Ons Jabeur memastikan satu tempat di final tunggal putri grand slam Wimbledon setelah menundukkan unggulan dua asal Belarus, Aryna Sabalenka dalam pertarungan semifinal selama tiga set, hari ini. Jabeur, yang merupakan unggulan enam, menang 6-7, 6-4, 6-3.
Bagi Jabeur, ini merupakan final kedua tunggal putri Wimbledon secara beruntun. Tahun lalu petenis berusia 28 tahun tersebut, juga lolos ke final namun gagal merebut trofi juara. Jabeur dikalahkan Elina Rybakina 6-3, 2-6, 2-6
Jabuer juga pernah lolos ke final ajang grand slam di Amerika Terbuka 2022. Namun saat itu, ia harus mengakui keunggulan petenis Polandia, Iga Swiatek yang menang dengan skor 6-2, 6-5 (7-5).
Baca juga : Lolos Ke Final, Vondrousova Ukir Sejarah Di Wimbledon
Pada kesempatan ketiga tampil di final grand slam kali ini, Jabeur akan menantang Marketa Vondrousova. Petenis Ceko tersebut melangkah ke partai puncak Wimbledon setelah menang atas petenis Ukraina, Elina Svitolina dua gim langsung dengan skor 6-3, 6-3. (R-2)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Kenali Janice Tjen, petenis Indonesia yang mencetak sejarah di Australian Open 2026. Simak profil, prestasi, dan fakta menarik perjalanannya di Grand Slam.
Janice Tjen cetak sejarah di Australia Terbuka 2026 usai singkirkan unggulan ke-22, Leylah Fernandez. Ia merasakan momen yang sangat spesial.
Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, sukses mengakhiri dahaga 28 tahun publik tenis Tanah Air setelah melaju ke babak kedua Australia Terbuka 2026.
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Carlos Alcaraz datang ke Australia setelah mengoleksi enam gelar Grand Slam. Namun, Australia Terbuka masih menjadi satu-satunya turnamen mayor yang belum pernah ia menangi.
Namun, performanya sempat terganggu oleh cedera siku yang memaksanya menjalani operasi setelah tersingkir di babak pertama Wimbledon pada Juli.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved