Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
NOVAK Djokovic membantu mengeringkan rumput di Centre Court Wimbledon menggunakan handuknya sebelum dia melanjutkan pertandingan dan mengalahkan petenis Argentina Pedro Cachin 6-3, 6-3, dan 7-6 (7/4) di putaran pertama turnamen Grand Slam itu, Senin (3/7).
Unggulan kedua asal Serbia itu sempat dipatahkan servisnya di gim ketika ketika melakukan double fault namun langsung membalas dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Djokovic, yang memburu gelar kedelapannya di Wimbledon, kembali mematahkan servis lawannya di gim delapan sebelum meraih memenangi set pertama saat memegang servis.
Baca juga: Besok, Wimbledon Rayakan Karier Roger Federer dengan Upacara Khusus
Tidak lama kemudian lapangan ditutup karena hujan mulai turun di wilayah barat daya London.
AFP/Daniel LEAL--Petenis Argentina Pedro Cachin
Meski kemudian atap ditutup, pertandingan dihentikan untuk waktu yang lama saat lapangan diinspeksi oleh petugas dan pemain.
Djokovic, yang terlihat tidak puas dengan kondisi lapangan yang licin, menggunakan handuknya untuk mengelap lapangan yang disambut tertawa penonton.
Baca juga: Djokovic Tegaskan Masih Haus Gelar Grand Slam
Laga akhirnya dilanjutkan setelah terhenti selama 90 menit dengan atap Centre Court kembali dibuka.
Djokovic, yang berusaha menyamai rekor 24 gelar Grand Slam milik Margaret Court tidak terganggu oleh penundaan itu. Dia mematahkan servis Cachin di gim pertama set kedua sebelum kembali menang dengan skor 6-3.
Cachin, yang berperingkat 68 dunia, melakukan perlawanan di set ketiga dengan kedua petenis gagal mematahkan servis lawan.
Namun, saat tie break, Djokovic dengan cepat unggul 6-2 sebelum memastikan kemenangan dalam tempo 2 jam dan 12 menit.
"Ini kemungkinan adalah laga teraneh yang pernah saya mainkan. Saya rasa para penonton sedikit frustasi menunggu kami kembali bermain," ungkap Djokovic.
Djokovic kemudian mengaku senang bisa kembali ke All England Club dalam upaya menyamai rekor 8 gelar milik Roger Federer.
"Ini adalah rumah kedua saya," kata Djokovic selepas kemenangan beruntun ke-29 di lapangan rumput.
"Tidak ada yang lebih hebat dari Wimbledon saat membahas sejarah dan tradisi."
"Saya selalu bermimpi menjadi juara di sini dan hal itu terwujud pada 2011. Rasanya luar biasa bisa kembali ke sini lagi," lanjutnya.
Djokovic menjadi petenis putra pertama yang memenangkan 23 gelar Grand Slam ketika menjadi juara di Prancis Terbuka, bulan lalu.
Di putaran kedua WImbledon, Djokovic akan berhadapan dengan petenis Australia Jordan Thompson. (AFP/Z-1)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
“Senang bisa kembali lagi, ini jelas lapangan favorit saya,”
Novak Djokovic, awalnya, memproyeksikan Adelaide International sebagai ajang pemanasan utama sebelum bertarung di Australia Terbuka.
“Saya tidak pernah meremehkan lawan-lawan saya. Saya punya banyak hal untuk dipertaruhkan dan dia tidak, jadi saya harus berhati hati,”
NOVAK Djokovic menandai kembalinya ke lapangan setelah tiga pekan absen dengan kemenangan meyakinkan atas Alejandro Tabilo pada babak 16 besar turnamen ATP Athena, Selasa (4/11)
Novak Djokovic dipastikan lolos ke ATP Finals 2025 ketika undian untuk turnamen ATP 500 di Basel dan Wina dirilis, dikutip dari ATP, Minggu (19/10).
Novak Djokovic masih mengejar satu gelar lagi untuk menggeser petenis Australia Margaret Court dalam perebutan gelar tunggal Grand Slam terbanyak dalam sejarah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved