Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Penjaring Komite Olimpiade Indonesia (KOI/ NOC Indonesia) rampung melakukan verifikasi dokumen bakal calon Ketua Umum-Wakil Ketua Umum, Komite Eksekutif, dan Dewan Etik untuk pemilihan pengurus periode 2023-2027.
Dari hasil verifikasi, masih ada persyaratan yang harus dilengkapi calon.
"Yang mendaftar untuk calon Ketum-Waketum ada dua pasangan kemudian untuk Komite Eksekutif ada 24 kemudian Dewan Etik ada enam. Kami sudah lakukan verifikasi dan diminta kepada yang belum lengkap untuk dilengkapi besok," kata Wakil Ketua Tim Penjaring Ali Patiwiri di kantor NOC, Jakarta, Senin (26/6).
Baca juga : Ini Kunci Keberhasilan Chico Jadi Juara di Taipei Terbuka Menurut Pelatih
Verifikasi data dilakukan menuju kongres pemilihan yang akan diadakan di Jakarta, 30 Juni mendatang.
Tim Penjaring akan menyerahkan seluruh hasil pendaftaran ke Kongres. Ali mengatakan penjaring tak memiliki kewenangan untuk memutuskan lolos atau tidaknya calon. Hal itu sepenuhnya diputuskan dalam Kongres.
Baca juga : Group Ride ke-8 GFNY Bali-IFG Life Jelajahi Kota Semarang
Dia juga masih menutup siapa saja yang persyaratannya belum lengkap. Hanya, ia memberi sinyal ada calon yang belum lengkap soal syarat dukungan dan masa kepengurusan di cabor.
"Kami belum bisa buka siapa yang lolos atau tidak karena kami memberikan kesempatan untuk melengkapi (persyaratan)," imbuh Ali.
"Syarat yang belum lengkap ada surat dukungan, kemudian ada juga jangka waktu kepengurusan di cabor. Dua itu yang inti, yang lainnya pada prinsipnya tidak masalah. Hasilnya kita laporkan ke Kongres jadi Tim Penjaring tidak punya kewenangan memutuskan siapa yang lolos siapa yang tidak," tukas Ali.
Ada dua bakal calon Ketua Umum-Wakil Ketua Umum yang mendaftarkan diri kemudian 24 bakal calon Komite Eksekutif, dan tujuh bakal calon Dewan Etik.
Petahana Raja Sapta Oktohari maju lagi sebagai bakal calon Ketum didampingi Ismail Ning. Adapun penantangnya yakni Oegroseno yang berpasangan dengan Djoko Pekik. (Z-5)
Karena itu, setiap kebijakan yang dikeluarkan Gus Yahya tidak lagi memiliki legitimasi.
Cucun menegaskan pihaknya enggan terlibat dalam urusan internal PBNU.
Kasus Hasto justru menjadi bagian dari pembelajaran politik.
Diyakini ketua umum PSI di masa mendatang tidak jauh dari keluarga Jokowi.
WAKIL Ketua Umum PSI, Andy Budiman mengatakan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dapat kembali mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua umum
ORMAS pendiri Partai Golkar, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), akan melaksanakan musyawarah besar (Mubes) pada 29-31 Agustus 2025 di Jakarta.
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Indonesia juga mendorong agar SEA Games lebih memprioritaskan Olympic Number.
“Di atas lapangan itu bercucuran keringat dan air mata. Tadi mereka sampai jatuh-jatuhan. Ini hasil terbaik mereka,”
KOI menyampaikan secara terbuka dan diplomatis penjelasan mengenai situasi yang terjadi di Indonesia.
KOI memahami bahwa keputusan terkait penolakan visa terhadap atlet Israel membawa konsekuensi tersendiri dalam hubungan dengan IOC.
Keikutsertaan Indonesia di AYG dan ISG bukan semata untuk berkompetisi, melainkan juga sebagai upaya diplomasi olahraga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved