Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

IAG 2026, NOC Indonesia: Bisa Jadi Pintu Atlet Diaspora ke Timnas

Irvan Sihombing
07/3/2026 16:20
IAG 2026, NOC Indonesia: Bisa Jadi Pintu Atlet Diaspora ke Timnas
Diaspora Indonesia di Amerika Serikat diharapkan memiliki ruang bersama untuk memperkuat jejaring komunitas sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet muda yang berpotensi membela Indonesia di panggung olahraga internasional.(Dok. Istimewa)

AJANG olahraga komunitas bertajuk Indonesian-American Games 2026 (IAG 2026) akan digelar pada 19–21 Juni 2026 di Chicago, Illinois, United States. Kegiatan ini dirancang sebagai perhelatan olahraga diaspora Indonesia berskala nasional di Amerika Serikat yang mempertemukan masyarakat Indonesia dari 50 negara bagian.

IAG 2026 tidak hanya menjadi kompetisi multi-cabang olahraga, tetapi juga ruang kebersamaan bagi diaspora Indonesia lintas generasi, wilayah, dan latar belakang. Untuk pertama kalinya, komunitas Indonesia dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat akan berkumpul dalam satu panggung olahraga yang terorganisir dan berkelanjutan.

Sebanyak delapan cabang olahraga akan dipertandingkan, yakni bola basket, bola voli, mini soccer, bulu tangkis, tenis, pickleball, atletik, dan catur. Kompetisi dibagi dalam dua kategori usia, yaitu Junior (15–17 tahun) dan Senior (18–35 tahun). Para peserta akan bertanding mewakili negara bagian atau komunitas masing-masing.

Di balik penyelenggaraan IAG 2026 terdapat inisiatif seorang mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat, Davon Arjunaidi. Lahir pada 27 Juli 2015, Davon merupakan lulusan SMAK 6 PENABUR dan kini menempuh studi di DePaul University.

Sebagai pendiri IAG 2026, Davon melihat olahraga sebagai bahasa universal yang dapat memperkuat identitas kebangsaan dan mempertemukan diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah Amerika Serikat.

“Saya ingin diaspora Indonesia di Amerika Serikat tidak berjalan sendiri-sendiri. Kita harus punya ruang bersama yang bisa memperkuat rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. IAG bukan hanya event, ini fondasi untuk masa depan,” ujar Davon.

Ia juga mengalokasikan sebagian dana beasiswa yang diterimanya dari kampus untuk membantu pembiayaan kegiatan tersebut, sebagai bentuk kontribusi pribadi dalam membangun jejaring diaspora melalui olahraga.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan kompetisi olahraga, IAG 2026 juga dirancang sebagai wadah pencarian bakat atlet diaspora Indonesia, terutama pada kategori Junior di bawah usia 17 tahun.

Melalui sistem kompetisi yang terstruktur, kegiatan ini diharapkan mampu memetakan potensi atlet muda Indonesia yang tumbuh dan berlatih di Amerika Serikat. Dalam jangka panjang, hasil pemetaan tersebut dapat membuka peluang kolaborasi dengan federasi olahraga di Indonesia sehingga atlet diaspora berpotensi dipertimbangkan membela Tim Nasional Indonesia sesuai regulasi yang berlaku.

Dengan konsep tersebut, IAG 2026 diharapkan menjadi jembatan antara potensi atlet diaspora dan kebutuhan pembinaan olahraga nasional.

Apresiasi dari Presiden NOC Indonesia

Inisiatif ini mendapat apresiasi dari Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. Ia menilai IAG 2026 sejalan dengan semangat Olympic Movement dalam membangun sportivitas, persatuan, serta pembinaan olahraga berkelanjutan.

“Inisiatif seperti Indonesian-American Games menunjukkan bahwa semangat olahraga Indonesia tidak mengenal batas geografis. Upaya membangun platform kompetisi diaspora sekaligus membuka ruang pencarian bakat adalah langkah visioner. Kami mengapresiasi gagasan ini dan berharap IAG 2026 dapat menjadi inspirasi serta memperkuat ekosistem olahraga Indonesia secara global,” ujar Raja Sapta Oktohari.

Digelar di Chicago dengan Fasilitas Olahraga Profesional

Penyelenggaraan IAG 2026 akan dipusatkan di Dr. Conrad Worrill Track & Field Center untuk seremoni pembukaan dan penutupan, serta didukung sejumlah fasilitas olahraga lain di Chicago.

Panitia menegaskan seluruh tata kelola kegiatan akan mengedepankan prinsip profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, serta keselamatan peserta.

Melalui Indonesian-American Games 2026, diaspora Indonesia di Amerika Serikat diharapkan memiliki ruang bersama untuk memperkuat jejaring komunitas sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet muda yang berpotensi membela Indonesia di panggung olahraga internasional. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya