Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menggelar turnamen golf bertajuk "BNI-KONI OPEN 2023, Support For Indonesia Sports".
Turnamen golf ini merupakan bagian dari program Pekan Olahraga Antar Perusahaan yang diselenggarakan KONI Pusat untuk meningkatkan sinergi antara perusahaan-perusahaan nasional dan mendukung kemajuan olahraga di Indonesia.
Adapun turnamen golf ini menjadi bagian dari Pekan Olahraga Antar Perusahaan KONI Pusat. Golf menjadi yang dipertandingkan pertama, cabang olahraga lainnya yang siap menyusul antara lain bulu tangkis, tenis, futsal, dan e-sport.
Baca juga: BNI Dukung Ginting di Final Indonesia Open 2023
BNI-KONI Open 2023 akan diselenggarakan pada Minggu, 2 Juli 2023 di Pondok indah Golf Course. Terdapat tiga kategori utama yang dipertandingkan di dalam perlombaan ini diantaranya Individual, Foursomes, dan Four-ball, dan diikuti oleh 19 perusahaan.
Perebutkan Piala Bergilir
Turnamen ini juga memperebutkan piala bergilir yang bisa didapatkan oleh perusahaan BUMN maupun swasta yang dapat mengumpulkan skor gross tertinggi yang dihitung dari total secara keseluruhan skor yang mampu dikumpulkan dari tiga kategori yang dipertandingkan.
Kepala Bidang Mobilisasi Sumber Daya KONI sekaligus Penanggung Jawab BNI-KONI Open 2023 Gembong Primadjaya mengatakan, KONI sebagai lembaga yang mewadahi olahraga di Indonesia, mempunyai tanggung jawab untuk melakukan pembinaan dan memajukan olahraga nasional.
Baca juga: Anthony Sinisuka Ginting Raih Runner-Up Indonesia Open 2023
Untuk mewujudkan itu, lanjut dia, KONI mengajak seluruh perusahaan di Indonesia untuk berpartisipasi dan bergabung dalam program Pekan Olahraga Antar Perusahaan.
"Pekan Olahraga Antar Perusahaan adalah program berkelanjutan KONI untuk meningkatkan sinergitas antar perusahaan nasional dan menjaga kebugaran karyawan perusahaan agar produktivitas kerja meningkat sekaligus sebagai ajang partisipasi perusahaan dalam membantu kemajuan olahraga di Indonesia," jelas Gembong.
Sementara itu, Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menambahkan, BNI siap mendukung dan menjadi bagian dari BNI-KONI Open 2023.
Baca juga: BNI Tokyo Dukung Kehadiran Vending Machine Halal Indonesia Pertama
Dukungan BNI dalam turnamen ini merupakan wujud nyata dari komitmen BNI dalam mendorong kemajuan olahraga di Indonesia.
"Melalui turnamen ini, kami berharap dapat memperkuat sinergi antara perusahaan-perusahaan nasional dan meningkatkan produktivitas karyawan melalui kegiatan olahraga," ujar dia.
19 Perusahaan Berpartisipasi
Terdapat 19 perusahaan yang ikut dalam turnamen kali ini. Perusahaan-perusahaan tersebut yakni, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Kilang Pertamina Internasional, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Adaro Energy Tbk, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Telekomunikasi Indonesia (Telin), dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel).
Selain itu turut berpartisipasi juga PT Allo Bank Indonesia Tbk, PT Timah Tbk, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Antam Tbk, PT Bank DKI, PT Petrokimia Gresik, PT Citilink Indonesia, PT Hutama Karya (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Bank Syariah Indonesia Tbk, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT. Nusantara Infrastructure.
Turnamen golf ini didukung oleh BNI sebagai sponsor title beserta para sponsor lainnya yaitu Crystalline, Ion Water, Caretaker, Kopi Seruput, dan Prima Protect. (RO/S-4)
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah justru membutuhkan anggaran untuk dibelanjakan untuk pembangunan daerah.
DPR RI desak pemerintah daerah klarifikasi dana Rp234 triliun yang mengendap di bank.
Finnet aktif membantu proses penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mesin electronic data capture (EDC) di salah satu Bank BUMN.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved