Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP Ducati Francesco Bagnaia memberi sinyal kebangkitan sekaligus dominasi di GP Amerika, usai hasil buruk pada seri GP Argentina. Berhasil merebut posisi pole, Bagnaia juga memenangi balapan sprint.
Pada sesi kualifikasi yang berakhir Minggu (16/4) dini hari, Bagnaia menjadi yang tercepat membukukan waktu 2 menit 1,892 detik. Dia akan start paling depan pada sesi balapan utama yang berlangsung, Senin (17/4) dini hari.
Posisi balapan terdepan ini yang perdana ditorehkannya musim 2023. Juara bertahan Moto-GP itu akan start dari posisi terdepan disusul Alex Rins (Honda LCR) di tempat kedua yang selisih 0,160 detik diikuti Luca Marini (VR46 Racing) di urutan ketiga.
Baca juga: Jorge Martin Tercepat di Sesi Latihan Bebas GP Amerika
"Itu sangat menegangkan. Jadwal ini cukup padat. Saya senang dengan kualifikasi. Posisi pole pertama musim ini," ucap Bagnaia.
Posisi itu bakal menjadi keuntungan baginya untuk bangkit, setelah hanya finis di posisi ke-16 pada seri kedua musim ini di GP Argentina.
Baca juga: Kisruh AWBG Bali, Sikap Gubernur Koster Dipertanyakan
Di klasemen sementara, Bagnaia yang memenangi seri pembuka di Portugal berada di urutan kedua di belakang Marco Bezzecchi di peringkat pertama. Bezzecchi menang di Argentina dua minggu lalu.
"Ini pasti akan menjadi balapan yang sulit," imbuh Bagnaia.
Usai kualifikasi, pembalap yang akrab disapa Pecco itu juga tampil apik memenangi sesi balapan sprint. Alex Rins juga kembali menjadi yang tercepat kedua pada sesi itu disusul Jorge Martin (Pramac Racing) di tempat ketiga. (Z-3)
Inspirasi desainnya diambil dari model-model legendaris seperti Ducati 60 (1949) hingga Gran Sport Marianna (1955), motor balap pertama karya insinyur legendaris Fabio Taglioni.
Kecepatan Francesco Bagnaia sebenarnya masih terlihat di beberapa sesi latihan dan balapan, meski performanya inkonsisten sepanjang musim 2025.
Aprillia menebar ancaman di sisa seri akhir musim ini. Pembalap mereka, Marco Bezzecchi, berada di performa tertinggi untuk bersaing memperebutkan gelar juara di setiap balapan.
Bagnaia musim ini memang lebih banyak berkutat menghadapi problem keseimbangan dari motor Desmosedici GP25.
Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menegaskan tim sudah berusaha semaksimal mungkin memperbaiki koneksi Francesco Bagnaia terhadap motornya.
Bagnaia, gagal menunjukkan performa konsisten seperti dua musim sebelumnya.
Pembalap Gresini Racing Alex Marquez kini membidik hasil maksimal dalam GP Amerika, yang akan digelar di Circuit of the Americas (COTA), Austin, pada 28-31 Maret 2025.
Tidak hanya membukukan tiga kemenangan di tiga sesi balapan, Maverick Vinales juga mencatatkan rekor putaran (lap) tercepat di Circuit of the Americas (COTA), Austin.
Pembalap peraih delapan gelar juara dunia tersebut optimistis tim Gresini Racing mampu memberikan solusi terbaik atas kendala yang dialaminya di GP Amerika.
Maverick Vinales akhirnya keluar sebagai yang tercepat usai terjadi insiden jatuhnya pembalap Gresini Racing, Marc Marquez, yang memimpin posisi terdepan di sepuluh lap terakhir.
Maverick Vinales mencetak sejarah MotoGP dengan menjadi pembalap pertama yang memenangkan grand prix bersama tiga tim berbeda yaitu Suzuki, Yamaha, dan kini Aprilia.
Maverick Vinales, yang memecahkan rekor lap di babak kualifikasi, membukukan keunggulan lebih dari 1 detik untuk meraih kemenangan di atas motor Aprilia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved