Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMAIN ganda campuran bulu tangkis Indonesia kini mulai menjadi perhatian setelah paceklik gelar dari sejumlah kejuaraan. Hal itu mengundang keprihatinan mantan pemain ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad. Ia pun turut mengomentari kondisi yang kini dinilainya agak tertinggal dan membutuhkan motivasi.
Mantan pasangan Liliyana Natsir yang pernah menjadi andalan ganda campuran Merah Putih itu menyebut, para pemain spesialis ganda campuran kini harus lebih ekstra dalam berlatih dan mempelajari tipe permainan lawan. Ia juga memotivasi agar regenerasi yang kini lesu harus dapat bangkit lagi.
"Kalau menurut saya adik-adik saya di pelatnas, adik-adik saya ganda campuran di luar pelatnas itu mereka membutuhkan latihan ekstra. Agar dapat menstandardkan dengan pemain-pemain di atas mereka," kata Owi sapaan akrab Tontori saat di Jepara, Jawa Tengah, Senin (4/7) kemarin.
"Mereka kan andalan Indonesia, jadi mereka nggak bisa elek-elekan gitu, mentang-mentang tidak ada seniornya. Intinya terus latihan," ucapnya.
Baca juga: Zacha/Bela dan Putri KW Lolos ke Babak Utama Malaysia Masters 2022
Peraih medali emas Olimpiade Rio de Jeniero 2016 bersama Liliyana itu menilai para pemain ganda campuran Indonesia masih berusaha untuk menyetarakan dengan pemain ganda campuran lain yang lebih senior.
"Karena kalau menurut saya pemain-pemain luar kan memang sudah begitu lama ya, seperti Zheng Si Wei dan Huang Ya Qiong (ganda campuran Tiongkok) itu kan pemain-pemain lama, jadi adik-adik saya harus lebih ekstra juga," ungkapnya.
Lebih lanjut, Owi mengatakan bahwa kunci dalam bermain yang ia tularkan ialah terus tetap semangat dan jangan pernah putus asa. Meski habis kalah jangan sampai terlalu larut dalam kekecewaan, berikan motivasi untuk diri sendiri agar tetap membangun semangat untuk pertandingan selanjutnya.
"Jangan down, jadilah untuk memotivasi diri sendiri gitu. Kalau kalah biarin saja, enggak apa-apa, saya percaya kok mereka semua bisa," harapnya. (S-2)
Di babak kualifikasi Indonesia Masters 2026, Anthony Sinisuka Ginting mengalahkan tunggal Tailand Kantaphon Wangcharoen 21-12 dan 21-7.
Indonesia terakhir kali mencicipi gelar juara sektor ganda putra di Indonesia Masters pada edisi 2023, melalui pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Pada babak 32 besar, Fajar/Fikri mengandaskan perlawanan ganda Taiwan Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh lewat dua gim langsung 21-16, 21-10.
Dukungan masif dari suporter di Istora diakui menjadi suntikan energi tambahan bagi Fikri. Baginya, atmosfer legendaris arena ini memberikan dampak positif yang luar biasa.
Anthony Sinisuka Ginting memastikan langkah ke babak utama Indonesia Masters 2026 usai menaklukkan wakil Thailand, Kantaphon Wangcharoen, dua gim langsung.
Bagi para penggemar yang ingin menyaksikan perjuangan awal para atlet di Indonesia Masters 2026, tiket dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau.
Setelah Malaysia Terbuka, penglihatan mata kanan Faza buram dan kabur.
Langkah pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, terhenti prematur di ajang Malaysia Open 2026.
Bagi Marwan/Aisyah, Malaysia Terbuka bukan sekadar turnamen pembuka musim, melainkan panggung elite pertama mereka sejak dipasangkan lebih dari setahun lalu.
Jafar/Felisha dijadwalkan menantang unggulan keempat asal Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei di putaran pertama Malaysia Terbuka.
Ganda campuran Indonesia tersebut mengalahkan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie dua gim langsung 21-17, 21-17.
Jafar/Felisha harus mengakui keunggulan unggulan ketiga asal Malaysia itu melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-17, 14-21, 15-21.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved