Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
RAFAL Nadal menyebut keputusan Wimbledon untuk melarang petenis Rusia dan Belarus tampil di turnamen Grand Slam itu sebagai keputusan yang tidak adil.
Pemenang 21 gelar Grand Slam itu menyebut All England Club mengambil opsi yang paling drastis dan berharap otoritas tenis dunia bisa membatalkan keputusan itu.
Wimbledon telah diktirik keras oleh ATP dan WTA serta sejumlah pemain, termasuk petenis nomor satu dunia Novak Djokovic karena melarang petenis Rusia dan Belarus tampil di kejuaraan itu.
Baca juga: Rublev Kecam Larangan Petenis Rusia dan Belarus Ikuti Wimbledon 2022
Petenis Rusia dilarang tampil di Wimbledon setelah Moskwo melancarkan invasi ke Ukraina. Adapun Belarus adalah sekutu Rusia dan mengizinkan wilayah mereka dilintasi pasukan Rusia yang menginvasi Ukraina.
Keputusan Wimbledon itu menyebabkan sejumlah petenis top dunia, termasuk petenis peringkat dua dunia Daniil Medvedev dan semifinalis tahun lalu, petenis putri Belarus Aryna Sabalenka.
"Keputusan itu tidak adil untuk rekan saya asal Rusia. Paslanya, apa yang terjadi saat ini bukanlah salah mereka," ujar Nadal.
"Saya menyesal untuk mereka. Saya berharap ini tidak terjadi namun inilah yang harus kita hadapi," lanjut petenis Spanyol itu.
Nadal, yang kembali bermain di Madrid Masters setelah absen selama enam pekan karena cedera tulang rusuk, mengatakan kemungkinan para pemain harus bertindak menyikapi keputusan Wimbledon tersebut.
"Kita lihat saja apa yang akan terjadi beberapa pekan ke depan. Kita lihat apakah pemain harus turun tangan karena ada yang salah dengan situasi saat ini," tegas Nadal. (AFP/OL-1)
Boris Becker baru berusia 17 tahun, tujuh bulan, dan 15 hari ketika ia mengalahkan Kevin Curren pada 1985, menjadikannya juara tunggal putra Wimbledon termuda sepanjang masa.
Swiatek mengalahkan Guo Hanyu, petenis dari babak kualifikasi, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-1.
Sinner memilih untuk fokus ke pemulihan cedera yang didapatnya di Wimbledon 2025.
Juara Wimbledon 2025 Jannik Sinner memberikan hadiah berupa bola tenis bertanda tangan kepada Pangeran George dan Putri Charlotte.
Carlos Alcaraz mengaku kekalahannya atas Jannik Sinner di Wimbledon memotivasinya untuk terus berkembang.
Jannik Sinner berhasil mengukir sejarah di Wimbledon setelah menundukan rivalnya Carlos Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
NORAD kerahkan jet tempur F-35 untuk membayangi armada militer Rusia di zona ADIZ Alaska. AS tegaskan aktivitas ini rutin terjadi dan bukan merupakan ancaman.
Keputusan SpaceX memblokir akses Starlink bagi pasukan Rusia membawa dampak fatal. Koordinasi serangan drone Moskow lumpuh, memberi peluang emas bagi serangan balik Ukraina.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved