Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ALEXANDER Zverev mengatakan dia layak untuk diskors jika dia melanggar masa percobaan yang diberikan kepadanya untuk ledakan amarah di Acapulco bulan lalu, ketika dia memukulkan raketnya ke kursi wasit dan melecehkannya secara verbal.
Petenis nomor tiga dunia itu didenda US$40.000 atau sekitar Rp571 juta dan kehilangan lebih dari US$31.000 atau sekitar Rp443 juta dari hadiah uang dan semua poin peringkat yang diperolehnya dari aksi tunggal dan ganda dalam turnamen Abierto Mexicano.
Setelah peninjauan, ATP mengeluarkan denda tambahan sebesar US$25.000 atau sekitar Rp357 juta dan larangan delapan pekan bertanding dalam turnamen ATP, juga percobaan selama setahun di mana dia tidak akan dikenakan denda lagi untuk perilaku tidak sportif.
Baca juga: Zverev Dikenai Sanksi Percobaan Terkait Insiden di Meksiko Terbuka
"Jika saya melakukannya lagi, mereka berhak melarang saya. Sesederhana itu," kata Zverev menjelang dimulainya turnamen tenis Indian Wells, pekan lalu, dikutip Senin (14/3).
"Jika saya melakukannya lagi, itu berarti saya belum belajar, kan? Saya pikir setiap orang dalam hidup berhak mendapatkan kesempatan kedua, semua orang membuat kesalahan. Tetapi jika Anda berulang kali melakukan kesalahan, itu berarti Anda belum belajar."
"Jadi, jika itu terjadi lagi, Anda harus skors saya. Tapi saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk memastikan itu tidak terjadi, tidak hanya di tahun depan tetapi seluruh karier saya," lanjutnya.
Setelah kalah di nomor ganda di Acapulco dan kesal karena panggilan telepon dalam pertandingan tersebut, Zverev mendekati kursi wasit Alessandro Germani dan nyaris memukulnya saat dia mengayunkan raket sebelum menuju kursinya di tepi lapangan.
Runner-up Amerika Serikat (AS) Terbuka 2020 itu kemudian mendekati kursi untuk kedua kalinya dan memukulnya lagi sambil meneriakkan sumpah serapah.
Petenis Jerman berusia 24 tahun itu menyebut insiden tersebut sebagai kesalahan terbesar dalam karier tenisnya dan mengatakan dia malu bahkan untuk berjalan-jalan di ruang ganti di Indian Wells.
"Saya dapat menjamin Anda bahwa saya tidak akan pernah bertindak seperti ini lagi dalam karier saya. Itu pasti momen terburuk dalam hidup saya, karier saya, secara umum," pungkas Zverev. (Ant/OL-1)
Dua bintang besar jagat tenis, Alexander Zverev dan Carlos Alcaraz, dipastikan mundur dari kompetisi kategori ATP 500 yang akan berlangsung di Rotterdam, Belanda.
Ia akan menghadapi Jannik Sinner atau Novak Djokovic pada Minggu (1/2) untuk memperebutkan trofi.
LANGKAH Alexander Zverev menuju gelar Grand Slam pertamanya masih belum terbendung. Petenis peringkat tiga dunia itu memastikan diri melaju ke semifinal Australia Terbuka 2026.
Petenis Kanada Felix Auger-Aliassime melaju ke semifinal ATP Finals melawan petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz setelah mengalahkan petenis Jerman Alexander Zverev.
Sinner mencatat 12 ace dan memenangi pertemuan kelima secara beruntun melawan Zverev.
Jannik Sinner melaju ke babak sistem gugur ATP Finals usai mengalahkan Alexander Zverev 6-4 dan 6-3.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved