Selasa 14 Desember 2021, 04:45 WIB

Merah Putih Berpeluang Boleh Kembali Dikibarkan Saat SEA Games 2022

Basuki Eka Purnama | Olahraga
Merah Putih Berpeluang Boleh Kembali Dikibarkan Saat SEA Games 2022

MI/Dok PBSI
Bendera Merah Putih tdak bisa dikibarkan saat Indonesia menjadi juara Piala Thomas karena sanksi dari WADA.

 

GUGUS Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA memperkirakan bendera Merah Putih sudah dapat kembali dikibarkan saat Pesta Olahraga Asia Tenggara, SEA Games, yang akan berlangsung Mei 2022 di Hanoi, Vietnam, setelah Indonesia kehilangan hak mengibarkan bendera negara di ajang olahraga internasional menyusul sanksi Badan Antidoping Dunia itu.

Ketua Gugus Tugas, yang juga Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menyampaikan WADA telah berjanji mengevaluasi ulang sanksi yang dijatuhkan kepada Indonesia sehingga sanksi diharap bisa dicabut lebih cepat.

"Karena SEA Games rencananya Mei, mungkin saya bisa jawab sekarang, kalau Mei, Insha Allah, bendera Merah Putih bisa berkibar kembali," ujar Okto dalam konferensi pers yang diikuti secara virtual, Senin (13/12).

Baca juga: Mengaku Hampir Penuhi Semua Syarat, LADI akan Segera Temui WADA

Saat ini, menurut Okto, tantangan penyelesaian sanksi ada pada waktu. Sebab, proses akan terjeda karena libur Natal dan Tahun Baru. Meski begitu, dia mengatakan tim Gugus Tugas telah memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan masalah sanksi.

"Karena semua yang dimintakan kepada kita sudah kita report kepada WADA, dan WADA sendiri selain memberikan apresiasi terhadap kecepatan yang dilakukan oleh Indonesia terkait dengan pemenuhan dari yang disanksikan, mereka juga telah berkomitmen atau memberikan janji untuk mengevaluasi ulang sanksi yang dijatuhkan kepada Indonesia," kata Okto.

Lebih lanjut, Okto mengatakan WADA juga bersedia membantu komunikasi dengan federasi internasional untuk memberikan pemahaman yang sama terkait sanksi doping tersebut.

Sebagai contoh, Okto mengungkapkan federasi internasional karate belum melihat sanksi yang dijatuhkan kepada Indonesia itu berbeda dari sanksi yang dijatuhkan kepada negara lain, sehingga mereka sempat melarang tim Indonesia menggunakan atribut Merah Putih.

"Tapi itu pun sudah disampaikan sudah dijelaskan oleh WADA," kata Okto.

WADA menajatuhkan sanksi kepada Indonesia yang berlaku mulai 7 Oktober 2021 selama satu tahun. Sanksi tersebut membuat Indonesia tidak dapat memiliki perwakilan di organisasi-organisasi internasional, tidak boleh menjadi tuan rumah kejuaraan internasional, tidak bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya, juga tidak bisa mengibarkan bendera
Merah Putih.

Hal itu, menurut Okto, berbeda dari negara-negara lainnya juga mendapat sanksi dari WADA, salah satunya adalah Indonesia masih diperbolehkan memasang atribut Merah Putih dalam kejuaraan internasional.

"Kita pertegas bahwa sanksi yang dijatuhkan itu berbeda dengan sanksi dengan negara-negara lain, jadi tidak bisa disamakan dengan Rusia atau Korea Utara atau Thailand. Jadi, secara spesifik sanksi yang dijatuhkan di Indonesia terkait dengan empat poin tersebut," ujar Okto.

Sanksi WADA tersebut meliputi tiga bagian, yang utama adalah komunikasi, kemudian administrasi, dan yang terakhir teknis.

"Dari tiga hal tersebut, komunikasi sudah diselesaikan dengan baik, administrasi semua on progress, semua parameter sudah diselesaikan dari teman-teman LADI, dan masalah teknis sendiri semua testing Alhamdulillah sudah selesai," kata Okto.

Terkait Indonesia yang akan menjadi tuan rumah sejumlah event internasional, Okto mengatakan acara olahraga yang telah disepakati untuk digelar di Indonesia sebelum sanksi dijatuhkan dapat berjalan sesuai rencana.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Zainudin Amali mengapresiasi langkah cepat tim Gugus Tugas dalam menyelesaikan sanksi WADA.

"Progress-nya sangat bagus, dan sangat cepat bila dibandingkan dengan negara-negara lain yang mendapatkan sanksi yang sama, atau NADO, atau lembaga lain di luar Indonesia yang mendapatkan sanksi yang sama, tapi Indonesia dianggap sudah lebih maju dan lebih cepat. Mudah-mudahan ini dapat segera terselesaikan," ujar Menpora. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP/KEVORK DJANSEZIAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA

Hornets Kembali Tunjuk Clifford Sebagai Pelatih Kepala

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 28 Juni 2022, 07:15 WIB
Clifford menyetujui kontrak multitahun, hanya empat tahun setelah dipecat oleh pemilik Hornets Michael...
AFP/Adrian DENNIS

Raducanu Tiru Daya Juang Nadal untuk Menang di Putaran Pertama Wimbledon

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 28 Juni 2022, 05:52 WIB
"Saya rasa Rafa melambangkan daya juang dan energi," jawab Raducanu ketika ditanya mengapa menggunakan logo Nadal. "Itulah...
AFP/Adrian DENNIS

Djokovic Bukukan Kemenangan Ke-80 di Wimbledon

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 28 Juni 2022, 05:33 WIB
Juara enam kali dan unggulan teratas Wimbledon itu mengalahkan petenis Korea Selatan (Korsel) Kwon Soo Woo 6-3, 3-6, 6-3, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya