Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBALAP nasional Rio Haryanto yang tergabung dalam tim Manor Racing merasa lebih optimistis menatap pelaksanaan seri kelima lomba balap mobil Formula Satu (F1) di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, akhir pekan ini, 13-15 Mei .
"Kesiapannya seperti biasa (seperti menghadapi even-even sebelumnya), tetapi sekarang ini optimistis lebih baik ketimbang yang lalu-lalu," kata ibunda Rio, Indah Pennywati, ketika dihubungi dari Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/5).
Ia mengatakan, pengalaman tampil di sirkuit tersebut (saat tampil pada lomba balap mobil GP2 Series) mudah-mudahan bisa menjadi bekal saat berlaga pada F1 di Catalunya, Barcelona, mendatang.
Sirkuit Catalunya memang bukan hal yang baru bagi pebalap berusia 23 tahun tersebut, karena selama berkecimpung di lomba balap mobil GP2 Series Rio sudah empat musim berlomba di sirkuit sepanjang 4.655 kilometer tersebut.
Pengalaman pertama ketika pada 2012 saat Rio Haryanto bergabung dengan tim Carlin (Inggris) kemudian pada 2013 saat bergabung dengan tim Addax Barwa (spanyol), kemudian pada 2014 saat bergabung dengan Caterham Racing, dan terakhir pada 2015 bergabung dengan Campos Racing.
Sementara itu, Media Relations Rio, Cep Goldia, dalam surat elektroniknya yang diterima, Kamis 12/5), menyebutkan, keakraban dengan trek menghasilkan paket mobil yang baru minggu ini di Sirkuit Catalunya. Lintasan itu menjadi barometer yang cukup mewakili sirkuit F1 yang lebih konvensional di sepanjang seri-seri Eropa musim ini.
Rio mengatakan, dirinya benar-benar menyukai lintasan ini, cuaca bagus, dan sebuah kota yang keren dengan banyak tempat-tempat yang menarik baginya untuk berlatih.
"Pelatih saya adalah orang Spanyol, sehingga ia tahu semua tempat terbaik dan saya sekarang saya hapal daerah di sini," kata Rio.
Ia mengatakan, dirinya siap untuk menghadapi akhir pekan di sini. "Ini adalah trek yang saya kenal dengan sangat baik sehingga kami harusnya tidak kesulitan membangun kecepatan dan bisa mendapatkan kesan yang baik tentang bagaimana paket kami bekerja di sini," ujarnya.
Rekan satu tim Rio Haryanto, pembalap asal Jerman Pascal Wehrlein, mengatakan, meskipun dirinya tidak membalap di sini pada awal kariernya, tetapi ia telah mengenal trek dengan baik dari uji coba dan karakteristiknya pun sudah tidak asing bagi dirinya.
Soal karakteristik trek di Catalunya, dia mengatakan, ada campuran dari tikungan-tikungan cepat, sedang, dan lambat, perubahan arah yang sering dan panjangnya lintasan lurus start finis, semua membuat trek ini benar-benar menarik untuk mengemudi.
"Trek ini cukup abrasif sehingga dengan alokasi ban di sini kami harus fokus dalam mengelola degradasi ban. Saya harap kita akan melihat beberapa kemajuan yang baik di sini akhir pekan ini," ucapnya. (Ant/OL-5)
Terkait kasus keracunan MBG, Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal meminta SPPG menjalankan 10 SOP keamanan pangan. Ia juga meminta tes makanan sebelum didistribusikan ke sekolah.
Guru besar UGM mengingatkan bahaya kesehatan dari keracunan berulang. Ia menilai keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis karena lemahnya pengawasan di SPPG.
Ratusan siswa dan guru di SMP Negeri 3 Berbah, Sleman, DIY, mengalami keracunan massal karena diduga konsumsi menu dari MBG.
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved