Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
LEGENDA tenis dunia Pete Sampras mengatakan bahwa Novak Djokovic layak menyandang status Greatest of All Time (GOAT) atau petenis terbaik sepanjang masa.
Perdebatan terkait petenis putra terbaik sepanjang masa telah terjadi selama bertahun-tahun. Djokovic, Roger Federer, dan Rafael Nadal saat ini sama-sama mengantongi 20 gelar grand slam.
Sampras menyebut Nole, sapaan akrab Novak Djokovic sebagai GOAT dengan sejumlah alasan. Misalnya dari segi usia, Djokovic yang saat ini berusia 34 tahun atau lebih muda dibandingkan dengan Federer dan Nadal yang masing-masing berusia 40 dan 35 tahun.
Petenis asal Serbia itu, kata Sampras, konsisten dalam beberapa tahun terakhir dan tahun ini Djokovic untuk kali ketujuh memastikan menutup musim 2021 dengan predikat nomor satu dunia.
Baca juga: Mendagri Wajibkan Atlet Badminton yang Berlaga di Bali Karantina 3-5 Hari
"Tujuh tahun, baginya, saya yakin dia melihatnya sebagai bonus untuk semua turnamen yang dia menangi," kata Sampras seperti dilansir situs resmi ATP Tour, hari ini.
"Tapi saya pikir dia akan lebih menghargainya seiring bertambah usia. Dia mendominasi saat bersaing dengan dua pemain hebat, Roger Federer dan Rafael Nadal. Dia juga menangani pemain generasi berikutnya dengan sangat baik," kata Sampras menambahkan.
"Saya pikir apa yang dilakukan Novak selama 10 tahun terakhir, memenangi turnamen, konsisten, finis nomor satu selama tujuh tahun, bagi saya itu adalah tanda yang jelas bahwa dia adalah yang terbesar sepanjang masa."
Sepanjang karier, Nole juga menyandang gelar ATP Masters terbanyak dengan 37 titel, termasuk di Paris pada awal November ini.
"Saya adalah 'The Man' selama beberapa tahun, dan dia (Djokovic) menjadi 'The Man' lebih dari saya," kata Sampras.
"Saya pikir dia lebih konsisten, dia memenangi lebih banyak turnamen, dia punya lebih banyak gelar. Saya bisa terus berbicara tentang kariernya. Saya tidak berpikir Anda akan melihatnya lagi (pemain yang tujuh kali menutup tahun di peringkat nomor satu dunia)," pungkas Sampras. (OL-4)
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
Rod Laver Arena akan menjadi ruang sidang sejarah pada Minggu (1/2). Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz tidak sekadar memperebutkan trofi Australia Terbuka
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
PETENIS Novak Djokovic mengalahkan Jannik Sinner dalam pertandingan lima set, Jumat (30/1) dan mengamankan tiket ke final Australian Open 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved