Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JUARA tinju kelas berat dunia Tyson Fury menyebut dirinya akan menghadapi sosok Deontay Wilder yang terberat saat kedua petinju akan berhadapan untuk pertarungan ketiga mereka, bulan depan.
Fury, juara tinju kelas berat WBC, akan menghadapi WIlder di Las Vegas pada 9 oktober, pertarungan pertamanya sejak mengalahkan petinju Amerika Serikat (AS) berusia 35 tahun itu lewat kemenangan TKO di ronde ketujuh, Februari tahun lalu.
Kemenangan itu menyusul pertemuan pertama antara kedua petinju pada 2018 di Los Angeles yang berakhir imbang setelah Fury berhasil bangkit setelah dipukul jatuh di roden ke-12.
Baca juga: Manny Pacquiao: Dari Ring Tinju Menuju Istana Malacanang
Fury sebenarnya ingin bertarung di laga unifikasi melawan Anthony Joshua namun ternyata diwajibkan memberi tarung ulang untuk Wilder.
Laga tersebut seharusnya digelar pada Juli namun diundur menjadi Oktober setelah kubu Fury dilanda wabah covid-19.
Berbicara kepada wartawawan lewat sambungan video, Rabu (29/9), Fury, yang memiliki rekor 30-0-1 dengan 21 kemenangan KO, mengatakan laga pekan depan akan menjadi laga hidup mati bagi Wilder.
"Yang tidak pernah saya lakukan adalah menganggap remeh siapa pun. Baik dia orang terkecil maupun terbesar di ruangan, saya tidak pernah menganggapnya remeh," tegas Fury.
"Jangan salah, kita akan melihat Deontay Wilder yang menghadapi momen hidup-mati dalam hidupnya. Dia tidak diunggulkan. Jadi, dia akan bertarung tanpa beban."
"Semua orang memperkirakan saya akan bisa mengakahkannya. Namun, Anda tidak pernah mengabaikan Deontay Wilder karena dia akan menjadi sangat berbahaya," lanjutnya. (AFP/OL-1)
Meski peluang trilogi terbuka, jalan menuju status tak terbantahkan kini sedikit lebih rumit. Pasalnya, Oleksandr Usyk tidak lagi memegang gelar WBO.
Tyson Fury dan Anthony Joshua dilaporkan tengah dipersiapkan untuk saling berhadapan dalam mega duel yang telah lama ditunggu, sebagai bagian dari Riyadh Season pada tahun 2026.
Jake Paul sangat menghargai Tyson Fury yang mendukungnya untuk pertarungan melawan Anthony Joshua, saat ia tidak diragukan lagi akan menjadi underdog yang sangat diunggulkan.
Tyson Fury, yang berjuluk Gypsy King itu terakhir kali bertarung pada 21 Desember, ketika ia kalah dari Usyk di Riyadh.
Tyson Fury, 36, kehilangan gelar juara dunia tinju kelas berat versi WBC usai kalah angka Mei lalu dari Oleksandr Usyk, yang menjadi juara dunia sejati pertama dalam tempo 25 tahun.
Oleksandr Usyk mengalahkan Tyson Fury dengan kemenangan angka untuk menjadi juara dunia sejati pada 18 Mei lalu.
Joseph Parker berhasil mengalahkan mantan juara dunia kelas berat, Deontay Wilder, dalam pertarungan tanpa gelar di Riyadh, Sabtu.
PETINJU kelas berat asaal Amerika Serikat, Deontay Wilder menyatakan pertarungan dirinya dengan petinju Inggris, Anthony Joshua, tetap menjadi pertarungan nomor satu yang dinantikan.
Usyk bahkan dikabarkan bakal hadir dalam duel Wilder melawan Robert Helenius di Barclays Center di Brooklyn, New York, 15 Oktober nanti.
"Deontay Wilder, semoga Anda menang. Sehingga kita bisa berhadapan. Itu yang diinginkan banyak orang," ujar Ruiz
Pertandingan yang akan digelar di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, akan menjadi pertarungan ulang ketiga kalinya antar Fury dan Wilder.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved