Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Duel Ke-50 Dua Legenda Kelas Berat: Derek Chisora Tantang Deontay Wilder di London

Haufan Hasyim Salengke
31/1/2026 06:34
Duel Ke-50 Dua Legenda Kelas Berat: Derek Chisora Tantang Deontay Wilder di London
Deontay Wilder dan Derek Chisora ​​berhadapan langsung.(boxingscene.com)

PANGGUNG tinju dunia kelas berat akan kembali membara di O2 Arena, London, Inggris, pada 4 April mendatang. Melansir Sky Sports, Jumat (30/1), dua petarung veteran yang telah melewati ribuan ronde, Derek Chisora dan Deontay Wilder, dijadwalkan naik ring dalam sebuah laga krusial yang menandai pencapaian karier ke-50 bagi kedua petinju.

Bagi publik tinju Inggris, Derek Chisora, 42, bukan sekadar petarung, ia adalah ikon ketangguhan. Dalam 15 tahun terakhir, Chisora telah menghadapi hampir semua nama besar di divisi berat, mulai dari trilogi melawan Tyson Fury hingga duel sengit kontra Oleksandr Usyk dan Vitali Klitschko. Meski sempat dua kali gagal dalam perebutan gelar juara dunia, Chisora datang dengan modal tren positif dari laga terakhirnya.

Chisora dikagumi publik tinju dunia atas daya tahannya, keberaniannya, dan kesediannya untuk menghadapi siapa pun yang terbaik. 

Di sudut lain, Deontay 'The Bronze Bomber' Wilder, 40, membawa reputasi sebagai salah satu pemukul terberat dalam sejarah tinju. Mantan pemegang sabuk WBC ini tak terkalahkan dalam 43 pertarungan dengan rasio kemenangan KO yang mencengangkan, yakni di atas 97%.

Setelah sempat terpuruk akibat kekalahan beruntun dari Joseph Parker dan Zhilei Zhang, Wilder mulai merajut kembali asanya untuk kembali ke puncak lewat kemenangan atas Tyrrel Anthony Herndon tahun lalu. Laga di London ini akan menjadi kepulangan pertamanya ke tanah Inggris sejak ia menumbangkan Audley Harrison pada 2013 silam.

Pemenang dari duel ini diprediksi akan masuk kembali ke dalam radar penantang gelar juara dunia, mengingat Wilder juga tengah dikaitkan dengan potensi pertarungan melawan juara sejati saat ini, Oleksandr Usyk.  Namun bagi yang kalah, laga ke-50 ini bisa jadi merupakan lonceng penutup bagi karier panjang mereka di ring tinju profesional.

Keunggulan Gaya Bertarung

Wilder bergantung sepenuhnya pada straight kanan yang mematikan. Secara teknis, ia sering kalah dalam poin per ronde, namun ia hanya butuh satu celah dalam 36 menit untuk mengakhiri laga. Kunci kemenangannya adalah menjaga jarak agar tangan kanannya memiliki ruang untuk 'meledak'.

Sementara Chisora akan menggunakan gaya pressure tanpa henti. Ia akan mencoba masuk ke area infighting (jarak dekat), menyandarkan tubuhnya ke dada Wilder, dan melakukan pukulan ke arah badan (body shots). Tujuannya adalah membuat Wilder kelelahan dan tidak memiliki ruang untuk melontarkan pukulan jarak jauhnya. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya