Senin 02 Agustus 2021, 15:45 WIB

Sabet Emas Bersejarah di Olimpiade, Begini Kata Greysia/Apriyani

Rifaldi Putra Irianto | Olahraga
Sabet Emas Bersejarah di Olimpiade, Begini Kata Greysia/Apriyani

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Pebulutangkis ganda Putri Indonesia Greysia Pollii (kiri) dan Apriyani Rahayu

PASANGAN Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengukir sejarah baru untuk olahraga bulu tangkis Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo, Senin, (2/8).

Tampil sebagai ganda putri Indonesia pertama yang melaju ke babak final Olimpiade, Greysia/Apriyani berhasil merebut medali emas Olimpiada pertama untuk Indonesia di nomor ganda campuran bulu tangkis. Tak cuma itu, torehan tersebut sekaligus menjaga tradisi medali emas Olimpiade dari cabang olahraga bulu tangkis.

Bertanding di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Greysia/Apriyani tampil luar biasa sepanjang pertandingan merebut kemenangan dalam durasi 57 menit. Mereka pun berhasil mempersembahkan medali emas Olimpiade untuk Indonesia, setelah merebut kemenangan 21-19, 21-15  atas pasangan Tiongkok Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Usai pertandingan, Greysia mengaku masih tidak menyangka bisa tampil menjadi juara Olimpiade. Terlebih, challange yang diajukan Chen/Jia pada poin penentuan game kedua sempat membuat dirinya nervous.

“Saya tidak parcaya ketika shuttlecock out dan menjadi poin bagi kami di akhir game kedua. Sejujurnya saya masih tak meyangka menjadi juara Olimpiade. Kami hanya mencoba menang poin demi poin. Kami memang ingin membuat sejarah bagi bulu tangkis, sejarah untuk indonesia,” kata Greysia usai pertandingan, Senin, (2/8).

Baca juga: Catatan Bersejarah yang Mengiringi Medali Emas Greysia/Apriani

Musashino Forest Plaza menjadi saksi kehebatan Greysia/Apriyani pada pertandingan itu. Tampil percaya diri sejak memasuki lapangan utama. Tak mau membuang waktu, Greysia/Apriyani tampil apik sepanjanh pertandingan dang mengalahkan pasangan Tiongkok yang menempati peringkat tiga dunia itu.

“Rasanya bercampur aduk. Mungkin orang tak percaya kami, tapi kami percaya kami. Tuhan percaya kami. Korea dan China lawan yang kuat. Kami hanya mau memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Greysia.

“Medali emas ini bukan hanya impian Ka Greysia, tetapi juga saya. Medali emas ini untuk almarhum orang tua saya dan kakakku,” tambah Apriyani.

Dalam perjalanan di olahraga bulu tangkis, Greysia dipasangkan dengan Apriyani pada 2017. Tepatnya, setelah Nitya Krishinda Maheswari cedera. Kala itu, Greysia bahkan sudah berniat menggantung raket. Namun,  rencana itu akhirnya ditunda karena pelatih Eng Hian memintanya untuk mendampingi junior, yang kebetulan saat itu Apriyani datang ke Pelatnas PBSI Cipayung.

“Saya berpasangan dengan Greysia empat tahun lalu. Perjalanan panjang, di mana saya belajar untuk mendewasakan diri. Hari ini kami mendapatkan semua, berkat dari Allah dan doa keluarga serta masyarakat Indonesia. Kami sangat senang dan Bahagia,” kata Apriyani.

Secara terpisah, Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo Rosan P Roeslani mengapresiasi perjuangan Greysia/Apriyani yang sukses merebut medali emas. Medali emas ini tak cuma menjadi medali pertama di Olimpiade Tokyo, tetapi juga menjadi pencapaian sejarah ganda putri Indonesia.

“Penampilan Greysia/Apriyani membuat bangga kami semua, bahkan seluruh masyarakat Indonesia. Mereka berhasil membuat sejarah di Olimpiade Tokyo,  Greysia/Apriyani menjadi penyumbang emas sekaligus ganda putri pertama yang mampu meraih medali di Olimpiade," kata Rosan.

Keping emas Greysia/Apriyani sekaligus mendongkrak peringkat Indonesia di klasemen medali. Hingga 16.45 JST, Indonesia menempati ranking 34 dengan perolehan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Medali Indonesia masih bisa bertambah karena masih ada atlet Merah Putih yang akan bertanding, yaitu Anthony Sinisuka Ginting di perebutan medali perunggu serta lifter Nurul Akmal yang akan turun di kelas +87kg putri. (KOI/OL-4)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Indrayadi TH

Penonton Mimika Membludak, Satgas Prokes Minta Wajib Pakai Masker

👤¬†Ilham Ananditya 🕔Minggu 26 September 2021, 13:21 WIB
Selama penyelenggaraan PON XX Papua, pihak BNPB membagikan sebanyak 1,4 juta masker untuk empat klaster pengelenggara PON 2021 di...
Adrian DENNIS / AFP

Petinju Kelas Berat Anthony Joshua Ingin Tanding Ulang Lawan Usyk

👤Ilham Ananditya 🕔Minggu 26 September 2021, 11:07 WIB
Berada di hadapan 66.267 penonton London, Oleksandr Usyk berhasil merebut gelar juara kelas berat tinju dunia dari tangan Anthony...
MI/Rendy Ferdiansyah.

Babel Siapkan Bonus Rp250 Juta untuk Medali Emas PON Papua

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 26 September 2021, 10:40 WIB
Dirinya berharap peringkat Bangka Belitung di PON XX Papua lebih baik dan meningkat dari tahun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya