Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GORAN Ivanisevic, Minggu (11/7), menegaskan bahwa tidak bisa disangkal Novak Djokovic adalah petenis terbaik sepanjang masa.
Djokovic meraih gelar Grand Slamnya yang ke-20 dan gelar Wimbledon keenam setelah mengalahkan petenis Italia Matteo Berrettini 6-7 (4/7), 6-4, 6-4, dan 6-3 di laga final, Minggu (11/7).
Kemenangan itu membuat petenis peringkat satu dunia itu menyamai rekor 20 gelar Grand Slam milik Roger Federer dan Rafael Nadal.
Baca juga: Djokovic, Pujaan Warga Balkan
Jika Djokovic menjadi juara di Amerika Serikat (AS) Terbuka, September mendatang, dia akan menjadi petenis putra pertama sejak Rod Laver pada 1969, yang menyapu semua gelar Grand Slam dalam satu tahun dan orang ketiga sepanjang massa yang melakukannya.
"Bagi saya, Novak adalah yang terbaik sepanjang masa. Dia tengah mencetak sejarah. Dia akan melakukannya di AS Terbuka. Saya yakin dia bisa melakukannya. Dia akan memenangkan empat gelar Grand Slam dalam satu tahun," ujar Ivanisevic, mantan juara Wimbledon, yang kini melatih Djokovic.
"Bagi saya, dia telah menjadi yang terbaik sejak lama. Saat ini, tinggal siapa yang lebih kamu suka. Di antara ketiganya, mereka telah memenangkan 60 gelar Grand Slam. Itu sulit dipercaya."
"Menurut saya, dia adalah satu-satunya petenis yang bisa memenangkan empat gelar Grand Slam dalam satu tahun. Jika dia menjadi juara AS Terbuka, tidak bisa disangkal lagi, dia adalah yang terbaik sepanjang masa," pungkasnya. (AFP/OL-1)
Djokovic terakhir kali manjurai Grand Slam dalam US Open 2023
Bagi Djokovic, kekalahan ini menjadi momen pahit karena untuk pertama kalinya ia takluk di final Melbourne setelah 10 kali selalu menang.
Rod Laver Arena akan menjadi ruang sidang sejarah pada Minggu (1/2). Novak Djokovic dan Carlos Alcaraz tidak sekadar memperebutkan trofi Australia Terbuka
Petenis Italia Jannik Sinner mengakui kekalahannya dari Novak Djokovic di semifinal Australia Terbuka sebagai salah satu yang paling menyakitkan dalam kariernya.
Setelah kalah di set pertama dan kemudian tertinggal 1-2, Djokovic bangkit mengalahkan juara bertahan dua kali itu dengan skor 3-6, 6-3, 4-6, 6-4, 6-4.
PETENIS Novak Djokovic mengalahkan Jannik Sinner dalam pertandingan lima set, Jumat (30/1) dan mengamankan tiket ke final Australian Open 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved