Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS peringkat tiga dunia Naomi Osaka, akan mempertaruhkan 9 kemenangan beruntun di final Australia Terbuka 2021. Dia dijadwalkan bertarung melawan petenis peringkat 24 dunia Jennifer Brady.
Pertarungan itu mengingatkan kembali momen terbaik di Amerika Serikat (AS) Terbuka 2020. Ketika Osaka melibas Brady di babak semifinal dengan kemenangan 7-6(1), 3-6 dan 6-3. Serta, mengantarkan Osaka pada gelar Grand Slam ketiganya.
Sebelum pertandingan final Australia Terbuka, Osaka menggambarkan pertarungannya di AS Terbuka lima bulan lalu, sebagai bukti kerasnya permainan Brady. Hal itu membuatnya lebih berhati-hati terhadap petenis asal Negeri Paman Sam.
Baca juga: Gagal Raih Grand Slam ke-24, Serena Williams Menangis
"Setelah saya melawannya di semifinal AS Terbuka, saya tahu dia akan melaju dengan baik," tutur Osaka.
"Ada begitu banyak pemain baru yang luar biasa. Itu hal yang sangat bagus. Saya sebenarnya sangat bersemangat untuk bertanding pada Sabtu besok," imbuhnya.
Osaka juga bukan lawan yang mudah untuk Brady. Selain meraih kemenangan 9 kali berturut-turut selama di Australia, petenis berdarah Jepang-Haiti dalam masa terbaiknya. Dia sukses merebut tiga Grand Slam dalam tiga tahun terakhir.
Melaju ke babak final sebagai petenis yang lebih berpengalaman di Grand Slam, tentu juga memberikan rasa percaya diri bagi Osaka. Terhadap Brady, pertandingan final kali ini merupakan momen penting dalam karirnya. Bisa dikatakan ini peluang terbesarnya untuk merebut gelar Grand Slam perdana.
Baca juga: Naomi Osaka Bersemangat Jelang Australia Terbuka 2021
Dikalahkan Osaka di semifinal AS Terbuka musim lalu, Brady menyebut momen itu telah mengubah hidupnya. Dalam hal ini, agar lebih baik pada setiap pertandingan Grand Slam.
"Memiliki kepercayaa diri seperti saat ini, setelah pertandingan melawan Naomi di semifinal AS Terbuka. Saya rasa pertandingan itu telah mengubah hidup saya dan pandangan saya tentang Grand Slam," papar Brady.
"Ketika saya bermain saat ini, saya tidak pernah ragu, apakah saya bisa memenangkannya atau tidak. Saya selalu yakin bahwa kemenangan atau kekalahan pertandingan selalu ada di raket saya," imbuh petenis berusia 25 tahun.(WTA/OL-11)
Kurniahu Tjio Kay Kie, mantan atlet sekaligus ayahanda dari legenda ganda putra Marcus Fernaldi Gideon, meninggal dunia pada Kamis (29/1) dini hari.
JUARA bertahan Jannik Sinner menegaskan kesiapannya menghadapi Novak Djokovic pada babak semifinal Australia Terbuka setelah menyingkirkan petenis Amerika Serikat, Ben Shelton.
Keputusan mundur Musetti menjadi berkah besar bagi Djokovic yang sepanjang pertandingan tampil di bawah performa terbaiknya dan dipenuhi kesalahan sendiri.
Jessica Pegula menang dua set langsung 6-2 dan 7-6 (7-1) sekaligus menghentikan langkah Amanda Anisimova di perempat final Australia Terbuka
Jessica Pegula melaju ke perempat final Australia terbuka setelah menumbangkan juara bertahan Madison Keys. Pegula tampil klinis dan kini bidik gelar Grand Slam perdana.
Aryna Sabalenka melaju ke perempat final Australia Terbuka ke-13 kalinya secara beruntun, usai menaklukkan Victoria Mboko dan samai rekor Novak Djokovic.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved