Sabtu 23 Januari 2021, 21:12 WIB

Ganda Putra Indonesia Tidak Capai Target di Thailand Open II

mediaindonesia.com | Olahraga
Ganda Putra Indonesia Tidak Capai Target di Thailand Open II

ANTARA FOTO/Rosa Panggabean
 Pelatih ganda putra timnas bulu tangkis Indonesia Herry Iman Pierngadi. 

PELATIH ganda putra timnas bulu tangkis Indonesia Herry Iman Pierngadi menilai performa tim asuhannya pada seri kedua Thailand Open 2021 di Bangkok tidak sesuai target, terbukti dengan nihilnya wakil Indonesia yang lolos ke final.

Berbeda dengan seri pertama pekan lalu, pada seri kedua performa para pemain Indonesia menurun. Anak asuh Herry IP yang diharapkan bersinar terutama Ahsan/Hendra dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, justru gagal.

"Ya memang ganda putra tidak mencapai target. Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian memang yang kami harapkan, tapi ternyata tidak berhasil. Mereka gagal. Nanti latihannya akan dievaluasi lagi. Memang banyak penurunan," sebut Herry IP melalui rilis PP PBSI, Sabtu (23/1).

Pada babak semifinal di Impact Arena, Bangkok, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan kalah rubber game dari unggulan enam asal Taiwan Lee Yang/Wang Chi Lin 21-14, 20-22, 12-21.

Menurut Herry, cedera betis kiri yang dialami Ahsan pada babak pertama memang mempengaruhi penampilannya. Namun, ia juga menyebut bahwa hal itu bukanlah alasan utama, melainkan pada faktor stamina dan usia.

"Cederanya Ahsan ada pengaruhnya, tapi lebih besar pengaruh karena stamina, karena usia tidak bisa dibohongi. Kalau memang tadi mau menang, kan seharusnya bisa dua gim," kata Herry menjelaskan.

"Memang pada saat penentuan di gim kedua, mereka buat kesalahan. Dua poin itu kan nyangkut sendiri. Memang handicapnya di lapangan, menang angin, kalah angin, atau bolanya juga sedikit berat. Pemain-pemain seusia mereka ada kekurangan di situ. Saya berharap, nanti di World Tour Final penampilannya bisa lebih baik lagi," tuturnya.

Sementara untuk Fajar/Rian disebut ada penurunan kualitas. Lama tidak bertanding, juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hilangnya ritme permainan.

"Fajar/Rian banyak orang bilang menurun, memang betul mereka menurun. Kemarin juga sudah ngobrol. Memang lama tidak ada pertandingan, sepuluh bulan vakum, jadi sedikit 'kagok' buat mereka," kata Herry.

"Ritme, irama, dan suasananya hilang. Sudah lama tidak bertanding, jadi harus beradaptasi lagi. Walaupun memang mereka termasuk pemain yang sudah top 10. Kita memang harus bisa mengatasinya," ujarnya menambahkan.

Selain turunnya kualitas, Herry menyebut tangan Fajar yang bermasalah ikut menjadi kendala. Untuk selanjutnya, menjadi pekerjaan rumah cukup besar untuk mempersiapkan mereka kembali tampil optimal pada turnamen internasional yang akan digelar bulan Maret.

"Tapi dari semuanya kendala nomor satunya memang karena tangannya Fajar ada masalah, jadi tidak bisa maksimal. Hanya mengandalkan Rian saja. Memang bukan alasan, itu kenyataan. Di samping itu memang penampilannya menurun, harus diakui," kata Herry. (Ant/OL-09)

Baca Juga

DOK PB PRSI

Kembali Pimpin PRSI, Anindya Bakrie Fokus Olimpiade 2032

👤Widhoroso 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 23:54 WIB
ANINDYA Bakrie terpilih sebagai Ketua Umum PB Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) periode...
ANTARA/GALIH PRADIPTA

Prestasi Sean Gelael Diharapkan Munculkan Pembalap Unggul

👤Dero Iqbal Mahendra 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 23:01 WIB
IMI ke depan selain menyiapkan pembalap untuk PON Papua, juga sedang menyiapkan berbagai ajang nasional maupun...
AFP/PHILIP FONG

Presiden Olimpiade 2020 ingin Olimpiade Digelar dengan Penonton

👤Antara 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 22:53 WIB
Keputusan apakah Olimpiade akan dihadiri penonton atau tidak tentu tergantung kepada situasi pandemi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya