Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo terkait prestasi olahraga serta merevisi sistem tata kelola pembinaan keolahragaan nasional yang disampaikan saat peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2020.
Dikatakannya, sebagai langkah awal, pihaknya tengah melakukan koordinasi dangan sejumlah stakeholder di bidang olahraga seperti lintas kementerian hingga perguruan tinggi.
Hal itu untuk merumuskan serta mencari solusi agar prestasi olahraga dan tata kelola pembinaan atlet nasional berjalan lebih baik di masa mendatang.
Baca juga: PBSI Batal Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah Turnamen Asia
"Apa yang diminta Pak Presiden harus segera, mungkin pada Oktober nanti, akan kita laporkan. Kita masih punya waktu sekitar satu bulan. Walaupun nanti bentuknya (laporan) secara kasar belum detail, tetapi ada kerangka yang bisa kita laporkan. Saya merencanakan untuk awalnya secara garis besar,” kata Menpora dalam siaran pers yang diterima Senin, (14/9).
Ia berharap, kerangka laporan nantinya bisa disiapkan secara bersama. Butuh sinergi dengan stakeholder olahraga, pihak-pihak terkait, bahkan lintas kementerian/lembaga untuk bisa mencapai tujuan tersebut.
“Saya harap kita siapkan secara kerangkanya terlebih dahulu, termasuk dukungan-dukungan dari pihak lain. Keterlibatan seperti KONI dan NOC Indonesia perlu, bahkan kalau bisa berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri agar kita bisa mendapatkan informasi bagaimana ekosistem keolahragaan di luar negeri. Semoga ini tercapai dan saya kira perlu adanya tim,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan pada Universitas Negeri Jakarta Johansyah Lubis menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah khususnya terkait sport science.
Dikatakannya, sport science merupakan salah satu faktor dalam mencapai prestasi olahraga nasional.
“Saya rasa sport science sangat penting ya dalam dunia olahraga. Menurut saya, masih ada beberapa yang belum mengoptimalkan peran dari sport science. Dalam kesempatan ini, kami siap untuk mendukung program pemerintah, termasuk apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo,” kata Johansyah. (OL-1)
Memaksakan diri kembali ke porsi normal atau lebih tinggi secara mendadak meningkatkan risiko mulai dari cedera sampai terkena sindrom overtraining
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved