Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan Menteri Olahraga Zainudin Amali untuk melakukan perubahan total ekosistem olahraga di Tanah Air.
Jokowi menilai, dengan jumlah penduduk yang mencapai 267 juta jiwa dan didominasi kaum muda, sangat tidak mungkin Indonesia kekurangan atlet berbakat.
"Kita punya 267 juta lebih penduduk dan mayoritas adalah generasi muda. Tidak masuk akal kalau kita kekurangan atlet berbakat. Kalau kita kekurangan, pasti yang salah adalah manajemennya. Kalau selama ini prestasi kita masih kurang, artinya cara-cara yang selama ini kita lakukan mungkin kurang tepat," ujar Jokowi saat membuka Peringatan Hari Olahraga Nasional secara virtual, Rabu (9/9).
Oleh karena itu, tata kelola pembinaan atlet harus dirombak secara besar-besaran.
Baca juga : KONI Dukung Pemanfaatan dan Pengembangan Sport Sience
Pembinaan harus dilaksanaka secara tersinergi dari daerah hingga ke pusat, dari lembaga pendidikan umum sampai ke lembaga pendidikan khusus olahraga.
Pemanfaatan teknologi juga harus dilakukan untuk memantau sejak dini para calon atlet berbakat.
"Gunakan sistem informasi, big data analitik yang bisa mendeteksi calon-calon atlet berkualitas," tutur kepala negara. (OL-7)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved