Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Besar Wushu Indonesia (PB WI) menerima dana pelatnas jangka panjang dari Kemenpora sebesar Rp6,23 miliar yang salah satu fungsinya untuk meningkatkan prestasi cabang olahraga andalan Indonesia itu.
Perjanjian Kerja Sama antara Kemenpora yang diwakili PPK PPON Kemenpora Yayan Rubaeni dengan Sekjen PB WI Ngatino terkait dana fasilitasi Pelatnas dan pembinaan jangka panjang 2020 dilakukan di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (25/8) malam.
Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto yang juga hadir dalam kegiatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Kemenpora yang memberikan dana fasilitasi pelatnas dan pembinaan jangka panjang 2020 untuk cabang olahraga wushu.
Baca juga: Sambut Hari Olahraga Nasional, Kemenpora Siapkan Tiga Tema
"Ini semua akan kami gunakan untuk meningkatkan prestasi atlet-atlet wushu yang saat ini telah mengukir prestasi untuk lebih berprestasi lagi. Kami laporkan juga bahwa PB WI telah terakreditasi oleh BSANK," kata pria yang juga menjabat Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Maju dalam keterangan resminya.
Mekanisme proses penyaluran bantuan dilakukan dengan me-review substansi program pada proposal yang diajukan, yang dilakukan tim yang berjumlah 5 orang dari unsur Kemenpora, Akademisi, dan Praktisi.
Selanjutnya dilakukan seleksi administrasi termasuk Rencana Anggaran Biaya berdasarkan hasil review oleh tim yang dibentuk oleh PPK. Hasilnya disepakati dari usulan anggaran Rp6.705.985.000 disetujui bantuan sebesar Rp6.239.085.000.
Penyaluran dilakukan melalui transfer dari KPPN Kemenkeu langsung ke Rekening PB WI. Tahap 1 dicairkan sebesar 70% dari total bantuan dan tahap 2 sebanyak 30% akan setelah LPJ minimal 80% dari anggaran tahap 1 telah dirampungkan.
Adapun komponen dana fasilitasi yang diberikan meliputi honorarium, akomodasi, suplemen, peralatan, perlindungan kesehatan dalam rangka pencegahan covid-19, tiket pemanggilan dan pemulangan, sewa tempat latihan dan jaminan kesehatan dari BPJS Ketenagakerjaan yang diperuntukkan bagi manajer, atlet, pelatih dan tenaga pendukung.
Airlangga menambahkan, selama ini, wushu terus melakukan pembinaan atlet secara berjenjang dengan melibatkan pembinaan di daerah. Untuk pelatnas sendiri ada kurang lebih 34 atlet yang merupakan atlet binaan secara berjenjang.
Sementara, Menpora Zainudin Amali mengatakan bantuan dana pelatnas yang diberikan Kemenpora ini diharapkan bisa membantu meningkatkan prestasi cabang olahraga wushu di event internasional. Apalagi, wushu, selama ini, menjadi salah satu penyumbang medali di SEA Games atau Asian Games.
"Wushu, selama ini, menjadi salah satu penyumbang medali. Bantuan ini saya harap bisa meningkatkan prestasi wushu," katanya.
Menpora mengingatkan agar pengelolaan dana pelatnas ke cabang olahraga dilakukan dengan baik. Setiap proposal yang masuk direview oleh tim dari
berbagai unsur dan penyaluran sesuai tahapan.
"Saya ingatkan, sekarang BPK juga memeriksa langsung cabor-cabor, secara random siap-siap saja, agar semua dilaksanakan sesuai perjanjian yang disepakati bersama," pesan Zainudin Amali. (Ant/OL-1)
Ketua Umum PB PII, Abdul Kohar Ruslan, menegaskan bahwa tantangan organisasi pelajar saat ini semakin dinamis, terutama dengan dominasi Generasi Z yang sangat lekat dengan dunia digital.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka seleksi terbuka untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
Peter secara terbuka menyoroti masalah mendasar yang menjadi pekerjaan rumah yaitu munculnya polarisasi di tenis meja setelah adanya Indonesia Pingpong League (IPL).
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memaparkan 28 agenda besar Kemenpora untuk tahun 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (27/1).
KONTINGEN Indonesia sukses menutup perjuangan di ajang ASEAN Para Games (APG) Ke-13 Tahun 2025 di Thailand.
Pansel terdiri dari lima orang yang diketuai Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) RI Gunawan Suswantoro.
Patricia menegaskan ambisinya untuk terus meningkatkan kualitas latihan sebagai bekal menghadapi agenda yang lebih besar, termasuk Asian Games.
Di SEA Games 2025, Edgar Xavier Marvelp sukses menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perak.
Sementara itu, satu-satunya medali perunggu pada hari terakhir disumbangkan Harry Brahmana yang turun di kelas 70 kilogram.
Menembak dan wushu masing-masing menyumbang satu emas.
EDGAR Xavier Marvelo menyumbangkan medali emas pertama cabang wushu bagi Kontingen Indonesia pada SEA Games ke-33 Thailand 2025. Seraf Naro mengamankan medali perak.
Dua medali perak yang diraih Indonesia dari cabang olahraga wushu berasal dari kategori beregu Duilian (seni berpasangan).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved